Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Rebellions Gaet Investasi Samsung, Siap Tantang Nvidia dan Siap IPO

×

Rebellions Gaet Investasi Samsung, Siap Tantang Nvidia dan Siap IPO

Sebarkan artikel ini
Rebellions Gaet Investasi Samsung, Siap Tantang Nvidia dan Siap IPO
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Startup chip kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, Rebellions Gaet, terus memperluas langkahnya di pasar global setelah meraih pendanaan dari raksasa teknologi Samsung. Perusahaan yang berdiri pada 2020 itu kini menargetkan pendanaan tambahan sebesar US$150 juta hingga US$200 juta menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO).

Dikutip dari CNBC, Chief Financial Officer Rebellions, Sungkyue Shin, mengungkapkan bahwa Samsung baru saja berinvestasi dalam putaran pendanaan terbaru tersebut. Meski jumlah pastinya dirahasiakan, investasi ini menjadi bagian dari total pendanaan yang telah mencapai US$220 juta sejak awal berdiri.

Iklan

“Kami sedang berbicara dengan para investor kami saat ini, baik dari dalam negeri maupun global,” kata Shin. Ia menambahkan bahwa valuasi perusahaan saat ini telah menembus angka US$1 miliar dan kemungkinan akan naik lebih tinggi setelah pendanaan rampung.

Rebellions lahir dari penggabungan dengan startup AI Korea Selatan lainnya, Sapeon, pada tahun lalu. Penggabungan ini menciptakan entitas baru yang digadang-gadang menjadi pesaing potensial Nvidia dalam pasar chip AI, khususnya di segmen inferensi.

Baca Juga:  Telkom Luncurkan AI Center of Excellence untuk Perkuat Transformasi Digital Nasional

Berbeda dari chip AI untuk pelatihan, Rebellions berfokus pada chip inferensi, yakni tahap saat model AI yang telah dilatih digunakan untuk memproses data nyata secara langsung — seperti dalam chatbot.

Kerja Sama Strategis dengan Samsung

Kerja sama dengan Samsung tidak berhenti di sektor pendanaan. Rebellions menggandeng Samsung dalam proses produksi chip generasi kedua mereka, Rebel. Empat chip Rebel akan digabungkan menjadi satu produk unggulan bernama Rebel-Quad, yang dijadwalkan meluncur akhir tahun ini.

Chip tersebut diproduksi menggunakan proses fabrikasi 4 nanometer milik Samsung, yang merupakan salah satu teknologi paling mutakhir saat ini. Teknologi serupa juga digunakan oleh chip Blackwell terbaru dari Nvidia, yang diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Tak hanya itu, Rebellions juga akan menggunakan memori berkecepatan tinggi Samsung, HBM3e, untuk mendukung pengolahan data dalam jumlah besar.

“Hasil awal dari pengujian chip kami sangat menjanjikan,” ujar CEO Rebellions, Sunghyun Park. Ia menambahkan bahwa hasil baik inilah yang turut mendorong keputusan Samsung untuk berinvestasi.

Baca Juga:  ElevenLabs Siap Melantai di Bursa dalam Lima Tahun, Targetkan Ekspansi Global

Langkah Strategis Samsung di Industri Chip

Langkah Samsung dalam mendukung Rebellions dinilai sebagai strategi memperkuat divisi chip mereka yang tertinggal dari TSMC dalam hal pangsa pasar foundry. Jika Rebellions mampu menarik basis pelanggan besar, Samsung bisa mendapatkan mitra strategis baru untuk bisnis fabrikasi chip-nya.

Terlebih, Samsung baru-baru ini juga mengamankan kontrak besar senilai US$16,5 miliar untuk memasok chip ke Tesla. Kombinasi langkah tersebut menandai ambisi kuat Samsung untuk menyaingi dominasi TSMC di sektor foundry global.

Dengan dukungan dari investor besar seperti SK Hynix, SK Telecom, Korea Telecom, dan Aramco, Rebellions kini berada di jalur yang menjanjikan. Rencana IPO yang diusung setelah pendanaan selesai menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memasuki panggung global.

“Rencana utama kami adalah go public,” tegas Shin.

Langkah Rebellions dan Samsung ini akan menjadi dinamika menarik dalam peta persaingan industri chip AI global, yang selama ini didominasi oleh nama-nama besar seperti Nvidia dan AMD.

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...