Dunia superhero kembali bergairah! Film “Superman” karya James Gunn akhirnya resmi tayang di layar lebar pada 11 Juli 2025, menandai tonggak awal dari semesta baru DC Studios. Film ini bukan sekadar reboot biasa, melainkan pondasi dari seluruh visi baru Warner Bros. dalam membangun kembali dunia pahlawan super mereka setelah bertahun-tahun terjebak dalam narasi multisemesta yang membingungkan.
Disutradarai langsung oleh James Gunn, kreator sukses Guardians of the Galaxy, bersama produser Peter Safran, film ini menjadi proyek perdana dari DC Universe (DCU) yang telah mereka susun sejak 2022. Gunn menyebut, Superman adalah pahlawan yang paling tepat untuk membuka babak baru ini.
“Orang-orang saat ini butuh sosok pahlawan. Bukan cuma kuat, tapi juga baik hati, tulus, dan punya nilai. Superman itu semuanya,” ujar Gunn dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter.
Disambut Antusias, Reaksi Awal Positif
Sejak pemutaran perdana di Los Angeles pada Senin (7/7/2025) lalu, media sosial langsung dibanjiri pujian dari penonton awal. Mulai dari kritikus film, jurnalis hiburan, hingga influencer menyebut film ini sebagai permulaan yang solid, emosional, dan penuh harapan.
“A terrific start for the new DC Studios,” tulis Erik Davis dari Fandango.
“The movie is loaded with exhilarating action set pieces and well-placed humor and levity,” komentar Perri Nemiroff dari Collider.
Meski ulasan resmi media belum dirilis karena embargo, komentar di platform X (Twitter), Instagram, dan TikTok menunjukkan tren antusiasme yang tinggi. Banyak yang menyebut film ini berhasil memadukan aksi penuh energi, humor ringan, dan sentuhan emosional yang dalam, mengingatkan pada nuansa klasik Superman namun dengan pendekatan modern.
Deretan Pemeran Bertalenta
Film ini menampilkan David Corenswet sebagai Clark Kent / Superman, pilihan yang dianggap tepat karena wajahnya yang mencerminkan karakter klasik Kal-El: hangat, kuat, dan penuh idealisme. Bersama Corenswet, hadir juga:
-
Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane
-
Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor
-
Skyler Gisondo sebagai Jimmy Olsen
-
Isabela Merced sebagai Hawkgirl
-
Nathan Fillion sebagai Green Lantern (Guy Gardner)
-
Anthony Carrigan sebagai Metamorpho
-
Edi Gathegi sebagai Mister Terrific
-
Serta sejumlah nama lain seperti Beck Bennett, Lara, dan Indira Krishnan.
James Gunn menekankan bahwa pemilihan karakter bukan hanya untuk memuaskan nostalgia, tapi membentuk jaringan koneksi yang jelas dan solid di antara tokoh-tokoh DC, sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Marvel Cinematic Universe.
Reboot Penuh Harapan, Bukan Lagi Gelap dan Galau
Berbeda dengan pendekatan gelap dalam versi sebelumnya, Superman versi James Gunn lebih optimis, idealistik, dan manusiawi. Hal ini dianggap sebagai pergeseran positif yang sangat dibutuhkan DC saat ini.
Film ini juga tidak terlalu membebani penonton dengan elemen multisemesta yang rumit, namun tetap menyisipkan referensi luas untuk penggemar lama dan memberi ruang besar untuk pengembangan cerita jangka panjang.
“Kami ingin membangun semesta yang tidak hanya saling terhubung, tapi juga menyenangkan dan bermakna,” ungkap Peter Safran dalam sesi wawancara sebelumnya.
Masa Depan DC Studios di Tangan Superman
Warner Bros. dan DC Studios kini tengah berjudi besar. Superman (2025) akan menjadi barometer arah ke depan. Jika sukses, proyek-proyek berikutnya seperti Supergirl: Woman of Tomorrow, The Authority, dan kemungkinan formasi baru Justice League akan segera dipercepat.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik selama ini terhadap DC yang dianggap tidak konsisten, dengan banyak proyek berjalan sendiri-sendiri tanpa kejelasan arah.
Superman (2025) akan tayang serentak di bioskop seluruh dunia mulai 11 Juli 2025. Film ini bukan hanya kebangkitan sang manusia baja, tetapi juga harapan baru bagi DC untuk kembali bersaing secara serius di kancah perfilman superhero global. Bagi para penggemar, inilah saatnya melihat Superman dalam bentuk yang paling murni—kuat, penuh harapan, dan menginspirasi. (***)






