Scroll untuk baca artikel
Agama

Tujuan Dibentuknya GP Ansor, Bukan Sekedar Perkumpulan Pemuda

×

Tujuan Dibentuknya GP Ansor, Bukan Sekedar Perkumpulan Pemuda

Sebarkan artikel ini
Tujuan Dibentuknya GP Ansor, Bukan Sekedar Perkumpulan Pemuda
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Kalau mendengar kata Ansor, mungkin kamu langsung teringat dengan barisan pemuda berseragam hijau yang penuh semangat dan siap turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan. Tapi tahukah kamu, tujuan dibentuknya Gerakan Pemuda Ansor (atau biasa disebut GP Ansor) jauh lebih dalam daripada sekadar organisasi anak muda? Di balik mars yang gagah dan disiplin yang luar biasa, ada semangat besar yang tumbuh dari nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Apa Itu Ansor dan Apa Singkatan dari Ansor?

Sebelum kita membahas tujuannya, penting untuk memahami dulu Ansor artinya apa. Secara bahasa, Ansor singkatan dari Ansharullah yang berarti “penolong-penolong Allah”. Dalam sejarah Islam, kaum Anshar dikenal sebagai penduduk Madinah yang membantu Nabi Muhammad SAW dan para Muhajirin dari Mekkah. Dari sanalah nama Ansor diambil sebagai simbol pengabdian dan solidaritas.

Iklan

Maknanya dalam konteks Indonesia, Ansor berarti kelompok pemuda yang siap menolong, membela, dan mengabdi kepada agama, bangsa, dan rakyat. Ini bukan sekadar nama, tapi cerminan sikap hidup dan karakter.

Latar Belakang Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor

Organisasi Gerakan Pemuda Ansor lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) pada 24 April 1934. Saat itu, Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. Banyak pemuda NU yang ingin ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan, tapi mereka ingin melakukannya dengan cara yang tetap berlandaskan nilai agama dan moral.

Para pendiri seperti KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. A. Wahid Hasyim, dan tokoh-tokoh muda NU lainnya melihat kebutuhan untuk membentuk wadah yang bisa menyalurkan semangat juang dan pengabdian pemuda. Maka lahirlah GP Ansor sebagai organisasi yang tidak hanya berjuang secara fisik, tapi juga intelektual dan spiritual.

Tujuan Dibentuknya GP Ansor

Banyak orang berpikir bahwa GP Ansor hanya sekadar organisasi kepemudaan. Padahal, di balik itu ada tiga tujuan besar yang menjadi fondasi utama.

1. Menegakkan Nilai Keislaman yang Rahmatan lil Alamin

Tujuan pertama Ansor adalah memperkuat keimanan dan mengamalkan ajaran Islam yang toleran. GP Ansor berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, yang menekankan keseimbangan antara akal, iman, dan amal.

Melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, pendidikan kader, hingga dakwah sosial, Ansor mengajarkan Islam yang ramah, bukan marah. Mereka menolak segala bentuk radikalisme yang dapat merusak persaudaraan antarumat.

2. Memperkuat Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

GP Ansor memegang prinsip bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Tujuan ini menegaskan bahwa agama dan nasionalisme bukan dua hal yang bertentangan, tetapi saling melengkapi.

Bahkan, saat Indonesia baru merdeka, banyak anggota Ansor yang ikut mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah. Hingga kini, semangat itu tetap hidup. GP Ansor aktif dalam program bela negara, edukasi kebangsaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

3. Mewujudkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Selain memperjuangkan agama dan bangsa, GP Ansor juga berkomitmen membantu sesama tanpa memandang latar belakang. Mereka hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana, konflik sosial, atau kesulitan ekonomi.

Nilai kemanusiaan ini menjadi ciri khas GP Ansor. Bagi mereka, menolong orang adalah bentuk ibadah yang nyata. Seperti kata salah satu tokoh Ansor, “Kami bergerak bukan untuk terkenal, tapi untuk bermanfaat.”

Mars Ansor: Simbol Semangat dan Persaudaraan

Tidak lengkap membahas GP Ansor tanpa menyinggung Mars Ansor. Lagu ini bukan sekadar nyanyian, tapi juga pengikat semangat antar-kader. Liriknya mengandung pesan perjuangan, keberanian, dan pengabdian kepada Allah, bangsa, dan rakyat.

Ketika dinyanyikan bersama, Mars Ansor membangkitkan energi kebersamaan yang luar biasa. Banyak anggota GP Ansor yang mengaku, setiap kali mendengarkan lagu ini, mereka merasa seperti diingatkan kembali pada sumpah perjuangan mereka.

Struktur Organisasi dan Peran Banser

Dalam menjalankan tujuannya, GP Ansor memiliki struktur yang rapi dan disiplin. Salah satu badan yang paling dikenal adalah Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Banser berfungsi sebagai satuan pengamanan dan pengabdian sosial GP Ansor.

Banser tidak hanya menjaga keamanan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif dalam operasi kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan kegiatan sosial masyarakat. Mereka dikenal sebagai pasukan yang tangguh namun berhati lembut.

Menurut pandangan saya, inilah keunikan GP Ansor. Mereka tidak hanya berbicara soal teori perjuangan, tapi langsung turun ke lapangan dengan aksi nyata. Dan itulah yang membuat masyarakat percaya pada keberadaan mereka.

Peran Ansor di Era Digital dan Modern

Sekarang, tantangan yang dihadapi pemuda tidak lagi penjajahan fisik, tetapi penjajahan informasi dan ideologi. GP Ansor menyadari hal ini. Karena itu, mereka beradaptasi dengan cepat ke dunia digital.

Program literasi digital, pelatihan wirausaha, serta kampanye melawan hoaks dan radikalisme terus digalakkan. GP Ansor juga aktif menyuarakan pesan moderasi beragama di media sosial agar generasi muda tidak mudah terpengaruh narasi kebencian.

Bahkan, beberapa tokoh GP Ansor kini aktif di dunia akademik dan pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa kader Ansor tidak hanya terampil secara spiritual, tetapi juga intelektual.

Pandangan Tokoh tentang GP Ansor

Beberapa tokoh nasional memberikan apresiasi tinggi terhadap GP Ansor. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengatakan, “Tanpa Ansor, mungkin bangsa ini sudah terpecah.” Kata-kata ini menggambarkan betapa pentingnya peran Ansor dalam menjaga harmoni Indonesia.

Sementara itu, KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, menyebut GP Ansor sebagai penjaga moral bangsa. Menurutnya, generasi muda Ansor adalah wajah Islam Indonesia yang santun, cerdas, dan penuh kasih.

Saya pribadi melihat GP Ansor sebagai contoh organisasi kepemudaan yang berhasil menjaga keseimbangan antara agama dan nasionalisme. Mereka membuktikan bahwa Islam bisa menjadi sumber kekuatan bagi kemajuan bangsa, bukan penghalang.

Tantangan GP Ansor ke Depan

Meskipun memiliki sejarah gemilang, GP Ansor tetap menghadapi berbagai tantangan baru. Dunia yang semakin cepat berubah membuat mereka harus terus berinovasi. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga semangat kader di tengah arus pragmatisme dan individualisme anak muda masa kini.

Namun, dengan sistem kaderisasi yang kuat, GP Ansor mampu menjaga konsistensi nilai-nilainya. Mereka terus melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, kreatif, dan siap berkontribusi untuk bangsa.

Kesimpulan

Pada akhirnya, Ansor bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan moral dan sosial yang menjiwai kehidupan pemuda Indonesia. Tujuan dibentuknya GP Ansor bukan hanya untuk membentuk barisan, tapi untuk menyalakan semangat kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air di dada generasi muda.

Dengan sejarah panjang, nilai luhur, dan pengabdian tanpa pamrih, GP Ansor membuktikan bahwa menjadi pemuda tidak cukup hanya dengan semangat, tapi juga dengan aksi nyata. Dan selama semangat Ansharullah terus mengalir, Ansor akan selalu menjadi pelita bagi bangsa ini.

Referensi: Ansor.or.id

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...