Scroll untuk baca artikel
Olahraga

DFB Tegaskan Tak Boikot Piala Dunia 2026 Meski Wacana Menguat

×

DFB Tegaskan Tak Boikot Piala Dunia 2026 Meski Wacana Menguat

Sebarkan artikel ini
DFB Tegaskan Tak Boikot Piala Dunia 2026 Meski Wacana Menguat
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) akhirnya mengambil sikap tegas terkait wacana boikot Piala Dunia 2026 yang mencuat di tengah berbagai kontroversi yang melibatkan Amerika Serikat dan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu kini tinggal 131 hari lagi sebelum kick-off. Namun, atmosfer yang biasanya identik dengan perayaan persatuan global justru dibayangi sejumlah polemik.

Iklan

Sebagian besar kontroversi berkaitan dengan kebijakan imigrasi dan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump. Situasi kian memanas setelah dua warga negara Amerika Serikat dilaporkan tewas ditembak petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis pada Januari lalu.

Kondisi tersebut memicu desakan dari sejumlah pihak agar Amerika Serikat dicabut statusnya sebagai tuan rumah. Bahkan, beberapa kelompok suporter mulai melontarkan seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026.

Presiden klub Bundesliga St. Pauli, Oke Goettlich, termasuk salah satu figur yang secara terbuka menyuarakan pandangan tersebut. Dalam wawancaranya dengan Morgen Post, Goettlich menilai sudah saatnya opsi boikot Piala Dunia 2026 dipertimbangkan dan didiskusikan secara serius.

Baca Juga:  Aimar Sher Pulih Lebih Cepat, Timnas Irak Makin Percaya Diri Hadapi Indonesia dan Arab Saudi

Namun, sikap itu tidak sejalan dengan posisi resmi DFB. Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menegaskan bahwa pernyataan Goettlich merupakan pandangan pribadi yang dinilainya keliru dan tidak mencerminkan sikap federasi.

Pada Sabtu (31/1/2026) waktu setempat, DFB secara resmi mengumumkan keputusan mereka terkait keikutsertaan Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2026 setelah Dewan Presiden DFB menggelar rapat khusus untuk membahas isu tersebut.

“Dewan Presiden DFB sepakat bahwa perdebatan terkait isu politik dan olahraga seharusnya dilakukan secara internal, bukan di ruang publik,” demikian bunyi pernyataan resmi DFB.

“Seperti yang telah disampaikan Presiden DFB, Bernd Neuendorf, sebelumnya, boikot terhadap Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada saat ini tidak menjadi pertimbangan,” lanjut pernyataan tersebut.

DFB menegaskan bahwa seluruh persiapan menuju turnamen tetap berjalan normal. Federasi juga mengklaim terus menjalin komunikasi rutin dengan berbagai pihak, mulai dari unsur politik, keamanan, dunia usaha, hingga para pemangku kepentingan olahraga.

“Kami percaya pada kekuatan sepak bola sebagai pemersatu dan dampak global yang bisa dihadirkan oleh sebuah Piala Dunia. Tujuan kami adalah memanfaatkan dan memperkuat kekuatan positif tersebut, bukan mencegahnya,” tulis DFB.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Hadapi Tantangan Non-Teknis Saat Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Musim panas ini, kami ingin berkompetisi dalam turnamen yang adil dan terbuka bersama negara-negara lain yang lolos. Kami ingin para penggemar di seluruh dunia, baik di stadion maupun fan zone, dapat menikmati perayaan sepak bola yang damai, seperti yang kami rasakan saat UEFA EURO 2024 di kandang sendiri,” lanjut pernyataan itu.

Wacana Pelarangan Negara Peserta

Selain isu boikot, Piala Dunia 2026 juga diramaikan spekulasi lain, yakni potensi larangan bagi sejumlah negara untuk tampil, termasuk Iran. Wacana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik, menyusul laporan tewasnya ribuan demonstran di Iran dalam aksi protes terkait kondisi ekonomi negara tersebut.

Namun, pakar olahraga internasional, Profesor Simon Chadwick, menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan negara peserta dari Piala Dunia.

Menurut Chadwick, seluruh keputusan sepenuhnya berada di tangan FIFA selaku pemegang otoritas tertinggi sepak bola dunia.

“Piala Dunia sekarang tidak lagi berada di bawah kendali Amerika Serikat. Begitu memasuki tahun Piala Dunia, organisasi dan penyelenggaraan turnamen sepenuhnya beralih ke FIFA,” ujar Chadwick dalam keterangannya kepada SPORTbible.

Baca Juga:  Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra Siap Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025

Mantan penasihat FIFA dan Barcelona itu menjelaskan bahwa pejabat FIFA sudah berada di lapangan untuk menangani berbagai aspek penting, mulai dari keamanan, sponsor, kemitraan, hingga urusan penyiaran dan media.

“Dalam aturan FIFA, ketika sebuah negara menjadi tuan rumah, pada titik tertentu negara tersebut menyingkir dan FIFA masuk untuk menjalankan acara. Jadi, ini sepenuhnya keputusan FIFA. Bukan keputusan Amerika Serikat, bukan keputusan pemerintah Inggris, dan bukan pula keputusan suporter,” jelasnya.

“Ini adalah keputusan FIFA,” tegas Chadwick.

Hingga saat ini, belum ada indikasi dari FIFA untuk mengecualikan negara mana pun, termasuk Iran, dari Piala Dunia 2026. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...