Manchester United (MU) kembali mencuri perhatian di bursa transfer musim panas 2025 setelah resmi merekrut kiper muda asal Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp. Langkah ini menuai pro dan kontra, terutama setelah mantan penjaga gawang MU, Ben Foster, secara terbuka mempertanyakan keputusan klub lamanya tersebut.
Perekrutan Mengejutkan dari Old Trafford
MU yang tengah berupaya memperkuat sektor penjaga gawang tampak mengambil langkah tak terduga dengan mendatangkan Lammens, kiper berusia 23 tahun yang belum banyak pengalaman di level tertinggi Eropa. Padahal, nama-nama besar seperti Emiliano Martinez dan Gianluigi Donnarumma sempat dikaitkan kuat dengan Setan Merah.
Keputusan itu sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan suporter. Namun, debut impresif Lammens melawan Sunderland berhasil sedikit meredakan kekhawatiran tersebut. Dalam laga itu, ia mencatat clean sheet dan tampil percaya diri di bawah mistar.
Ben Foster: “Saya Benar-Benar Terkejut”
Dalam wawancara dengan talkSPORT, Ben Foster tidak menutupi rasa herannya terhadap kebijakan transfer MU. Ia menilai klub seharusnya memilih sosok yang lebih berpengalaman untuk menjaga kestabilan di lini belakang.
“Benar-benar terkejut, Jeff, sungguh. Saya pikir Martinez adalah pilihan yang sangat jelas. Bahkan Donnarumma pun seharusnya bisa langsung diselesaikan. Kalaupun harus bayar mahal atau gaji tinggi, tidak masalah, asalkan posisi itu aman dan stabil,” ujar Foster.
Menurut Foster, lini belakang MU membutuhkan sosok kiper yang sudah matang dan terbukti mampu tampil di level tertinggi. Ia menyebut keputusan ini sebagai langkah berisiko, mengingat performa Andre Onana dan Altay Bayindir juga belum konsisten sepanjang musim lalu.
Drama di Bursa Transfer
Menariknya, transfer Lammens ke Old Trafford nyaris batal di menit-menit akhir. Sumber internal klub menyebut ada perbedaan pandangan antara tim pencari bakat dan manajemen terkait siapa yang paling layak didatangkan.
Nama Emiliano Martinez bahkan disebut-sebut sudah menunggu panggilan dari MU pada hari terakhir bursa transfer. Namun, komunikasi tak kunjung terjadi hingga akhirnya kiper Argentina itu tetap bertahan di Aston Villa.
Sementara Gianluigi Donnarumma, yang sempat diisukan masuk radar MU, justru berlabuh ke Manchester City. Kiper asal Italia itu langsung menjadi pilihan utama Pep Guardiola di Etihad Stadium.
Data Berbicara: Lammens Masih Hijau
Jika melihat catatan karier, perbandingan ketiganya cukup mencolok. Emiliano Martinez telah mencatat 62 clean sheet, sedangkan Donnarumma yang baru berusia 26 tahun sudah menorehkan 105 clean sheet di level klub dan internasional.
Sebaliknya, Lammens baru mengoleksi 12 clean sheet sepanjang karier profesionalnya. Namun, MU tampaknya lebih tertarik pada potensi jangka panjang kiper muda Belgia itu ketimbang pengalaman instan.
Menurut laporan internal, pelatih kiper MU menilai Lammens memiliki refleks cepat, kemampuan distribusi bola yang baik, dan kepribadian yang kuat di ruang ganti — kualitas yang sesuai dengan filosofi permainan baru Erik ten Hag.
Ujian Berat di Anfield
Meski debutnya berjalan mulus, perjalanan Lammens bersama MU baru saja dimulai. Akhir pekan ini, ia akan menghadapi tantangan terbesar sejauh ini: laga tandang ke Anfield melawan Liverpool.
Pertandingan panas itu bisa menjadi ajang pembuktian apakah Lammens memang pantas mengenakan jersey Setan Merah. Sorotan publik akan tertuju padanya, terutama setelah kritik terbuka dari Ben Foster dan keraguan para pengamat.
“Jika dia bisa tampil solid di Anfield, maka semua kritik akan langsung terdiam,” ujar analis Sky Sports, Gary Neville, menanggapi situasi tersebut.
Kini, keputusan Manchester United untuk mempercayakan pos penjaga gawang pada Senne Lammens akan diuji di lapangan. Apakah ini akan menjadi langkah jenius yang melahirkan kiper masa depan, atau justru perjudian besar yang berujung penyesalan? (***)












