Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

DLH Maros Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim

×

DLH Maros Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini
DLH Maros Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros menyerukan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi meningkatnya ancaman krisis lingkungan dan perubahan iklim yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Seruan ini disampaikan langsung oleh Kepala DLH Maros, Drs. Muhammad Amir, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DLH Maros pada Senin (25/11).

Menurut Amir, perubahan iklim bukan lagi isu global yang terasa jauh, tetapi sudah berdampak langsung pada kondisi lingkungan di Maros. “Data yang kami himpun sepanjang tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan adanya peningkatan suhu rata-rata, penurunan kualitas air sungai, serta frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan yang semakin tidak terprediksi,” ujarnya.

Iklan

Data dan Fakta dari DLH Maros

DLH Maros melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan mencatat:

  • Kualitas air sungai di beberapa titik strategis mengalami penurunan 12% dibanding tahun sebelumnya.
  • Kawasan rawan banjir meningkat dari 7 kecamatan menjadi 10 kecamatan.
  • Volume sampah harian bertambah dari 135 ton per hari menjadi 149 ton per hari sepanjang 2025.
Baca Juga:  Fakta Penting tentang Polusi Udara: Sumber, Dampak, dan Solusinya

“Angka-angka ini memperlihatkan betapa mendesaknya perubahan pola pengelolaan lingkungan. Jika masyarakat tidak terlibat aktif, maka kerusakan akan semakin luas dan dampaknya akan lebih berat bagi generasi mendatang,” tambah Amir.

DLH Maros Luncurkan Program Aksi Lingkungan

Untuk menjawab tantangan tersebut, DLH Maros merilis empat program utama sebagai langkah strategis menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim:

1. Gerakan Maros Hijau 2030

Program ini menargetkan penanaman 50.000 pohon setiap tahun hingga 2030. DLH Maros bekerja sama dengan sekolah, komunitas pegiat lingkungan, dan pemerintah desa untuk memperluas kawasan hijau.

2. Pengurangan Sampah Plastik

DLH Maros mempertegas kebijakan pengurangan sampah plastik sekali pakai, termasuk mendorong pasar tradisional dan modern untuk menggunakan kantong ramah lingkungan.

3. Pengendalian Pencemaran Air dan Udara

Melalui kerja sama dengan laboratorium lingkungan regional, DLH memperketat pengawasan industri yang berpotensi mencemari sungai dan udara.

4. Edukasi dan Partisipasi Publik

DLH Maros meningkatkan pelatihan lingkungan untuk siswa, guru, komunitas, dan pelaku usaha agar tercipta kesadaran kolektif.

Baca Juga:  DLH Fakfak Perketat Pengawasan Lingkungan, Fokus pada Pengendalian Sampah dan Pencemaran

Harapan DLH Maros untuk Warga

Amir menegaskan bahwa melawan krisis lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. “Kami membutuhkan partisipasi masyarakat melalui perubahan perilaku sehari-hari seperti mengurangi penggunaan energi berlebih, memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif melaporkan potensi pencemaran di wilayah masing-masing,” katanya.

DLH Maros juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan daerah. “Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, Maros dapat menjadi daerah yang tangguh terhadap perubahan iklim dan ramah lingkungan,” tegas Amir. (***)

Sumber: https://dlhmaros.org/struktur/

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...