― Advertisement ―

Debut John Herdman, Timnas Indonesia Tantang Saint Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengonfirmasi calon lawan Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 23–31 Maret 2026. Timnas...
BerandaBeritaOlahragaErick Thohir Tegaskan Rangkap Jabatan Tidak Langgar Aturan, Status dari FIFA Masih...

Erick Thohir Tegaskan Rangkap Jabatan Tidak Langgar Aturan, Status dari FIFA Masih Jadi Tanda Tanya

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir kembali memberikan penjelasan terkait rangkap jabatan yang saat ini ia emban. Selain menjabat sebagai Menpora, Erick juga masih memegang posisi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Dalam keterangannya di kantor Kemenpora RI, Selasa (24/9), Erick menegaskan bahwa posisi ganda tersebut tidak bertentangan dengan aturan maupun statuta FIFA. Ia mengaku telah menanyakan langsung kepada federasi sepak bola dunia mengenai statusnya.

“Kalau dijawab mengenai keberadaan saya, saya menanyakan status saya ke FIFA. Mereka menjawab bahwa secara statuta tidak disalahkan karena memang track record saya di dunia sepak bola sudah sesuai dengan statuta. Artinya apa, saya akan menjaga keberadaan saya sampai 2027, ya habis itu, silakan pemilihan,” ujarnya.

Meski begitu, hingga kini Erick Thohir belum menunjukkan surat resmi dari FIFA yang ia maksud. Absennya dokumen tersebut membuat publik masih bertanya-tanya mengenai validitas klaim yang disampaikan. Hal ini menimbulkan spekulasi sekaligus kritik terhadap transparansi yang seharusnya dijunjung oleh seorang pejabat publik.

Baca Juga:  PSSI Resmi Tunjuk Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat Sepak Bola Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Erick meminta masyarakat untuk melihat rekam jejak kepemimpinan di tubuh PSSI. Ia menyebut tidak sedikit ketua umum yang mundur di tengah jalan sehingga cetak biru yang sudah disusun tidak pernah terlaksana secara maksimal.

“Tapi jangan selalu setback. Bayangkan dari 2015 sampai 2022 semua pergantian kepengurusan itu terjadi di tengah waktu ketika sudah mulai ada blueprint yang akan dijalankan, yang rugi siapa, ya semua,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Menpora. Menurutnya, tanggung jawab tersebut mencakup seluruh cabang olahraga di Indonesia, bukan hanya sepak bola. “Karena hari ini tugas terpenting saya untuk olahraga Indonesia, PSSI hanya salah satunya, tapi olahraga Indonesia yang terpenting,” tandas pria berusia 55 tahun tersebut.

Pernyataan Erick Thohir kembali memunculkan perdebatan di kalangan publik dan pengamat olahraga. Sebagian menilai rangkap jabatan bisa menimbulkan konflik kepentingan, sementara sebagian lainnya melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menyinergikan kebijakan olahraga nasional dan sepak bola. Hingga bukti resmi dari FIFA ditunjukkan, status rangkap jabatan Erick masih menjadi sorotan utama. (***)

Baca Juga:  Program PNM Mekaar Lampaui Target, Erick Thohir Fokus Tingkatkan Sertifikasi UMKM