Manchester United harus pulang dengan tangan hampa usai dipermalukan rival sekota, Manchester City, dengan skor telak 0-3 pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025) malam WIB. Gol Phil Foden di babak pertama serta dua gol Erling Haaland di babak kedua memastikan kemenangan meyakinkan bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Suporter MU Tinggalkan Stadion Lebih Awal
Kekalahan menyakitkan ini membuat banyak suporter Setan Merah yang hadir di tribune tandang memilih meninggalkan laga sebelum peluit akhir berbunyi. Penampilan buruk hampir semua pemain MU, termasuk Benjamin Sesko, membuat frustrasi para pendukung.
Sesko Kembali Tersisolasi di Lini Depan
Striker asal Slovenia itu menjadi sorotan tajam setelah gagal menunjukkan performa maksimal. Sesko, yang didatangkan dari RB Leipzig pada musim panas lalu dengan harga 74 juta paun, tampil terisolasi di lini depan. Kondisi ini mengingatkan publik pada pengalaman buruk pendahulunya, Rasmus Hojlund, yang kerap kesulitan berkembang di Old Trafford sebelum akhirnya pindah ke Napoli.
Musim lalu, Hojlund juga sering terlihat kehilangan kepercayaan diri akibat minim suplai bola. Ironisnya, skenario serupa kembali dialami Sesko di laga krusial kontra Man City.
Statistik Mengecewakan
Data penampilan Sesko menghadapi Man City mempertegas kritik publik. Bermain selama 80 menit, ia hanya mencatat 20 sentuhan bola tanpa satu pun terjadi di dalam kotak penalti. Satu-satunya ancaman berarti datang di awal laga, namun tembakannya dengan mudah ditepis kiper debutan City, Gianluigi Donnarumma.
Sesko juga kalah dalam enam dari sembilan duel yang diikutinya. Dari 14 operan yang dilepaskan, hanya delapan yang berhasil tersambung. Lebih mengejutkan lagi, posisi rata-rata Sesko justru tercatat lebih rendah dibandingkan winger Bryan Mbeumo maupun Amad Diallo. Bahkan, bek kiri Patrick Dorgu berada lebih tinggi darinya.
Simpati dan Kekhawatiran Fans
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran Sesko sebagai penyerang utama. Alih-alih menjadi ujung tombak serangan, ia lebih sering terlihat sejajar dengan gelandang Bruno Fernandes dan Manuel Ugarte. Situasi ini membuat banyak fans menunjukkan rasa simpati sekaligus kekhawatiran di media sosial.
Sesko dianggap mengalami nasib yang sama dengan Hojlund musim lalu, yakni minim dukungan sehingga gagal tampil sesuai ekspektasi. Kekalahan telak di derby Manchester ini pun semakin mempertebal kritik terhadap performa lini depan MU.
Jalan Panjang bagi Erik ten Hag
Manajer Erik ten Hag kini menghadapi pekerjaan besar untuk menemukan solusi atas tumpulnya lini serang. Rekrutan mahal seperti Sesko seharusnya bisa menjadi jawaban, namun realita di lapangan justru menunjukkan masalah lama MU belum terselesaikan. Jika tidak segera berbenah, tekanan dari suporter dipastikan semakin besar.
Derby Manchester kali ini menjadi pengingat bahwa dominasi City di pentas domestik masih sulit digoyahkan, sementara United masih berkutat mencari identitas baru di bawah arahan Ten Hag. (***)












