Olahraga
Oliver Glasner Buka Suara soal Rumor ke Manchester United, Tegaskan Fokus di Crystal Palace
R
Redaksi RusdiMedia
· 3 menit baca

Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, akhirnya menanggapi rumor yang mengaitkannya dengan Manchester United (MU). Pelatih asal Austria itu mengaku mengetahui kabar tersebut, namun menegaskan tetap fokus menjalankan tugas di Selhurst Park.
Glasner menjadi sorotan setelah membawa Palace tampil impresif dalam beberapa bulan terakhir. Puncaknya terjadi saat The Eagles menumbangkan Liverpool 2-1 di Liga Inggris pada Sabtu (27/9/2025). Hasil itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Palace menjadi 18 laga beruntun di semua kompetisi, menyamai catatan terpanjang dalam sejarah klub sejak 1969.
Tidak hanya itu, Glasner sukses mengakhiri penantian panjang Crystal Palace selama 164 tahun untuk meraih trofi besar. Ia membawa Palace menumbangkan Manchester City di final Piala FA, lalu menambah koleksi gelar dengan kemenangan atas Liverpool di ajang Community Shield tiga bulan kemudian.
MU Terpuruk, Glasner Jadi Incaran
Sementara Palace menikmati masa keemasan, kondisi Manchester United justru berbanding terbalik. Manajer Ruben Amorim gagal mempersembahkan trofi setelah kalah di final Liga Europa, sekaligus mencatatkan posisi terburuk sepanjang sejarah klub di Premier League. Saat ini, MU terdampar di peringkat ke-14, jauh di bawah Palace yang kokoh di tiga besar klasemen. Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Glasner akan menjadi calon pengganti Amorim di Old Trafford. Namun, pelatih berusia 51 tahun itu memilih merespons dengan santai. “Saya mengikuti semua rumor dan itu semua hanyalah rumor,” kata Glasner kepada Kicker, seperti dikutip dari Sport Illustrated. “Saya tetap fokus pada pekerjaan sehari-hari bersama para pemain dan staf saya, dan berusaha menikmatinya sebisa mungkin,” imbuhnya.Konsistensi dan Kualitas Pemain
Glasner menegaskan dirinya tidak mau terlalu percaya diri meski kerap disebut sebagai kandidat ideal untuk MU. Ia menyebut kesuksesan Palace lahir dari kombinasi konsistensi dan kualitas skuad.
“Saya percaya konsistensi adalah kunci kesuksesan. Namun, Anda juga membutuhkan pemain yang sangat bagus, dan beruntungnya kami memilikinya,” ujarnya.
Fakta menariknya, nilai skuad Manchester United jauh lebih mahal dibanding Palace. MU menghabiskan €1,071 miliar (Rp20,9 triliun) untuk membangun tim, sedangkan Palace hanya bernilai €337 juta (Rp6,59 miliar). Namun, perbedaan besar itu tidak tercermin di lapangan.
“Kami tidak memikirkan posisi akhir,” tambah Glasner. “Saya realistis. Musim lalu kami punya awal yang buruk, tetapi akhirnya mencatat rekor poin tertinggi dalam sejarah klub.”
Fokus pada Premier League
Dengan performa yang kontras antara Palace dan MU, Glasner tetap menjadi pusat perhatian. Namun, ia kembali menegaskan fokus utamanya adalah menjaga konsistensi The Eagles di papan atas Liga Inggris. “Bagi saya, yang terpenting adalah terus membantu tim ini berkembang. Semua hal lain di luar itu hanya spekulasi,” tegas Glasner. (***)R
Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Olahraga
Drama Transfer Akhirnya Usai: Mees Hilgers Resmi Tinggalkan FC Twente untuk SC Heerenveen!
6 jam lalu
Olahraga
Lionel Messi Ukir Sejarah: Empat Gol di Usia 39 Tahun, Inter Miami Hantam Montreal 7-1
9 jam lalu
Olahraga
Emiliano Martinez Resmi Gabung Chelsea: Faktor Kunci di Balik Transfer £7,5 Juta
9 jam lalu
Olahraga
Real Madrid vs Málaga: Apakah Tim Promosi Bisa Menaklukkan Los Blancos di Santiago Bernabéu?
10 jam laluKomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
