Scroll untuk baca artikel
Keuangan

OJK Prediksi Penyaluran Pinjol Meningkat Selama Ramadan 2026

×

OJK Prediksi Penyaluran Pinjol Meningkat Selama Ramadan 2026

Sebarkan artikel ini
OJK Prediksi Penyaluran Pinjol Meningkat Selama Ramadan 2026
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran pendanaan fintech lending atau pinjaman online (pinjol) akan kembali meningkat seiring memasuki bulan Ramadan 2026. Peningkatan tersebut dinilai sebagai tren yang berulang, sejalan dengan naiknya kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya untuk konsumsi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyebut Ramadan kerap menjadi momentum meningkatnya permintaan pembiayaan di industri pinjaman daring.

Iklan

“Pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan pindar (pinjaman daring) cenderung menunjukkan peningkatan,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1).

Secara historis, Agusman menjelaskan bahwa tren peningkatan tersebut terlihat konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode Ramadan 2024 yang jatuh pada Maret, penyaluran pendanaan pindar tercatat tumbuh sebesar 8,90 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara itu, pada Ramadan 2025 yang juga berlangsung pada Maret, pertumbuhan penyaluran pendanaan mencapai 3,80 persen mtm.

Menurutnya, data historis tersebut menunjukkan bahwa Ramadan secara konsisten mendorong peningkatan aktivitas pembiayaan di tengah masyarakat.

“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” tambah Agusman.

Pembiayaan Konsumtif Masih Mendominasi

OJK mencatat, hingga saat ini penyaluran pendanaan pindar masih didominasi oleh pembiayaan bersifat konsumtif. Per November 2025, outstanding pendanaan konsumtif mencapai Rp 63,63 triliun atau sekitar 67,09 persen dari total outstanding industri pindar.

Sementara itu, porsi pembiayaan sektor produktif masih berada di kisaran 32,91 persen. Dominasi pembiayaan konsumtif tersebut dinilai sejalan dengan pola belanja masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran, yang umumnya diikuti oleh peningkatan kebutuhan dana untuk keperluan rumah tangga.

Dari sisi sumber pendanaan, Agusman mengungkapkan bahwa per November 2025 pendanaan pindar masih didominasi oleh perbankan. Nilainya mencapai sekitar Rp 60,79 triliun atau setara 64,10 persen dari total outstanding pendanaan industri pindar. Adapun pendanaan yang berasal dari lender individu tercatat sebesar Rp 5,18 triliun atau sekitar 5,46 persen.

OJK Optimistis Struktur Pendanaan Lebih Sehat di 2026

Memasuki tahun 2026, OJK optimistis struktur pendanaan industri pindar akan semakin sehat dan berimbang. Optimisme tersebut ditopang oleh penguatan regulasi melalui penerapan Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 19 Tahun 2025.

Agusman menilai regulasi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pendanaan, baik yang berasal dari institusi maupun individu, sekaligus memperkuat aspek pelindungan konsumen.

“Ke depan, prospek pendanaan pindar pada 2026 diharapkan tetap terjaga dengan struktur yang lebih sehat dan berimbang. Melalui pengaturan dalam SEOJK 19/2025, pendanaan oleh lender dibedakan antara lender profesional dan non-profesional, sehingga diharapkan dapat memperkuat pelindungan konsumen,” pungkas Agusman. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Baca Juga:  Fenomena Gagal Bayar Pinjol Meningkat, Diduga Dipicu Ajakan di Media Sosial
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...