Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Persija Jakarta Bermarkas di Stadion Manahan untuk Hadapi PSBS Biak, Laga Digelar Tanpa Penonton

×

Persija Jakarta Bermarkas di Stadion Manahan untuk Hadapi PSBS Biak, Laga Digelar Tanpa Penonton

Sebarkan artikel ini
Persija Jakarta Bermarkas di Stadion Manahan untuk Hadapi PSBS Biak, Laga Digelar Tanpa Penonton
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Persija Jakarta harus rela meninggalkan wilayah Jabodetabek dan bermarkas sementara di Stadion Manahan, Solo, untuk menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini diambil lantaran berbagai kendala teknis dan regulasi yang dihadapi tim Macan Kemayoran menjelang laga.

Semula, Persija berencana menjamu PSBS di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Namun, rencana tersebut batal karena adanya kendala izin dan jadwal pertandingan malam hari. Sementara Jakarta International Stadium (JIS), yang menjadi kandang utama Persija, masih dalam tahap perbaikan rumput setelah digunakan untuk konser musik beberapa waktu lalu.

Iklan

Ketua panitia pelaksana (panpel) Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, menjelaskan alasan pihaknya memilih Stadion Manahan sebagai alternatif venue.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak keamanan. Kepolisian sebenarnya tidak keberatan, tetapi meminta pertandingan digelar sore hari. Sementara laga lawan PSBS dijadwalkan malam,” ujar Bung Ferry kepada awak media.

Persija sempat berupaya mengubah waktu sepak mula dari malam ke sore hari. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak I.League selaku operator kompetisi.

“Kami langsung mengirimkan surat resmi ke I.League untuk mengubah jadwal pertandingan menjadi sore hari, tetapi mereka tidak bisa menyetujui perubahan itu. I.League malah menyarankan agar kami mencari stadion lain, salah satunya di wilayah Banten,” tambah Bung Ferry.

Rencana Bermarkas di Banten Gagal Terwujud

Persija sempat mempertimbangkan Banten International Stadium (BIS), Serang, sebagai opsi berikutnya. Namun, kendala serupa kembali terjadi. Kepolisian setempat hanya memberikan izin untuk pertandingan sore hari.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak pengelola stadion di Banten dan lapangannya dalam kondisi baik. Kepolisian juga tidak masalah, tapi lagi-lagi disarankan bermain sore hari,” terang Bung Ferry.

“Kami kembali melaporkan ke I.League, namun mereka tetap tidak bisa mengubah jam pertandingan. Saya juga kurang tahu alasannya,” imbuhnya.

Waktu Persiapan yang Mepet

Dengan waktu yang semakin mendesak, Persija akhirnya memutuskan untuk menggunakan Stadion Manahan, Solo, sebagai tempat pelaksanaan pertandingan melawan PSBS Biak. Laga dijadwalkan tetap berlangsung pada malam hari, pukul 19.00 WIB.

Namun, keputusan ini juga diiringi dengan konsekuensi lain. Pertandingan tersebut akan digelar tanpa kehadiran penonton.

“Karena waktu sudah mepet, kami langsung mengambil keputusan untuk bermain di Stadion Manahan. Laga akan dimulai pukul 19.00 WIB dan tanpa penonton. Alasannya karena persiapan waktunya terlalu singkat,” ujar Bung Ferry menegaskan.

Dengan demikian, laga antara Persija Jakarta dan PSBS Biak di pekan ke-11 BRI Super League akan menjadi pertandingan spesial: digelar di luar kandang utama, di bawah sorotan malam Solo, namun tanpa kehadiran Jakmania di tribun.

Meski tanpa dukungan langsung dari suporter, tim Macan Kemayoran diharapkan tetap mampu menunjukkan performa terbaik untuk mengamankan tiga poin penting dalam persaingan papan tengah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Baca Juga:  Banjir di Bekasi, Persija Jakarta vs PSIS Semarang Ditunda
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...