― Advertisement ―

Debut John Herdman, Timnas Indonesia Tantang Saint Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengonfirmasi calon lawan Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 23–31 Maret 2026. Timnas...
BerandaBeritaOlahragaSatoru Mochizuki Tak Lagi Latih Timnas Putri, Fokus Kembangkan Sepak Bola Wanita...

Satoru Mochizuki Tak Lagi Latih Timnas Putri, Fokus Kembangkan Sepak Bola Wanita Indonesia

Timnas Indonesia Putri resmi mengalami perubahan besar di jajaran pelatih. Satoru Mochizuki, pelatih kepala yang selama ini memimpin skuad Garuda Pertiwi, kini tidak lagi menempati posisinya. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani.

Menurut Vivin, keputusan ini telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta seluruh anggota Exco lainnya. Mochizuki, pelatih asal Jepang itu, kini akan difokuskan pada pengembangan sepak bola putri secara strategis.

“Coach Mochi sekarang difokuskan untuk di-development. Sudah keputusan juga dari Ketum melalui koordinasi dengan Exco bahwa kami lihat jenjang yang lebih tinggi untuk Coach Mochi,” ujar Vivin dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Vivin menjelaskan, pencopotan Mochizuki dari posisi pelatih kepala bukan karena performa buruk, melainkan karena nilai lebih yang dimiliki pria berkepala plontos itu dalam aspek perencanaan dan jaringan internasional.

“Kami lihat dari pengalamannya beliau, kredibilitasnya, networking beliau dengan JFA dan liga wanita di Jepang. Jadi kami melihat Coach Mochi lebih strategis berada di belakang layar, menyiapkan roadmap sepak bola putri Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga:  RS Mitra Keluarga Klarifikasi Isu Cedera Pemain Timnas Indonesia

Dengan perubahan ini, PSSI kini fokus mencari sosok baru untuk mengisi jabatan pelatih kepala Timnas Putri level senior. Sementara itu, posisi pelatih Timnas U-19 Putri telah diisi oleh Akira, yang nantinya juga diproyeksikan memimpin di level U-20.

“Kami sekarang sedang fokus cari untuk head coach di Timnas Putri. Karena kami sudah punya Akira di U-19 sekarang, U-20 nantinya. Kalau senior kami lagi hunting nih, tapi tetap kiblatnya ke Jepang ya,” ungkap Vivin.

Ia juga menegaskan bahwa arah pengembangan sepak bola putri Indonesia ke depan akan mengacu pada model Jepang. “Kami sudah putuskan kalau sepak bola putri, kami kiblatnya Jepang, dan sudah ada pembicaraan juga dengan JFA terkait itu,” tandasnya.

Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi masa depan sepak bola putri Tanah Air, dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan visi jangka panjang yang matang. (***)