Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Super Micro Tingkatkan Investasi di Eropa, Fokus pada Produksi Server AI

×

Super Micro Tingkatkan Investasi di Eropa, Fokus pada Produksi Server AI

Sebarkan artikel ini
Super Micro Tingkatkan Investasi di Eropa, Fokus pada Produksi Server AI
CEO of Supermicro Charles Liang speaks during the Reuters NEXT conference in New York City, U.S., December 10, 2024. Mike Segar | Reuters
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

CEO Super Micro, Charles Liang, mengumumkan rencana perusahaan untuk meningkatkan investasi di kawasan Eropa, termasuk memperluas fasilitas produksi server kecerdasan buatan (AI). Super Micro, yang dikenal sebagai penyedia server berperforma tinggi dengan chip Nvidia, menjadi pemain utama dalam penyediaan infrastruktur pelatihan dan implementasi model-model AI berskala besar. Perusahaan saat ini telah memiliki fasilitas manufaktur di Belanda dan sedang mempertimbangkan ekspansi ke wilayah Eropa lainnya.

“Karena permintaan di Eropa tumbuh sangat cepat, saya sudah memutuskan—dan memang sudah ada rencana—untuk berinvestasi lebih banyak di Eropa, termasuk dalam hal manufaktur,” ujar Liang dikutip dari CNBC.

Iklan

Menurut Liang, permintaan terhadap server AI bersifat global dan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. “Permintaan bersifat global, dan akan terus tumbuh selama bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.

Pernyataan Liang muncul kurang dari sebulan setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, melakukan tur ke berbagai negara di Eropa untuk menandatangani kesepakatan infrastruktur dan mendorong peningkatan kapasitas komputasi kawasan tersebut.

Baca Juga:  Mulai Bisa Berbohong dan Memanipulasi: Ini Ancaman Nyata dari AI Agentik

Menyambut Era Pertumbuhan AI

Super Micro menikmati lonjakan permintaan sejak kemunculan ChatGPT dari OpenAI yang meningkatkan kebutuhan terhadap chip Nvidia sebagai otak dari model AI raksasa. Saham perusahaan bahkan sempat mencapai titik tertinggi pada Maret 2024. Meski demikian, nilai sahamnya kini turun sekitar 60% dari rekor tersebut karena kekhawatiran atas transparansi pelaporan keuangan perusahaan.

Kekhawatiran itu sedikit mereda setelah Super Micro merilis laporan keuangan tahun fiskal 2024 yang sempat tertunda, pada bulan Februari lalu. Namun, laporan keuangan pada Mei menunjukkan panduan (guidance) yang lebih lemah dari perkiraan pasar untuk kuartal berjalan, sehingga menimbulkan spekulasi tentang melemahnya permintaan.

Charles Liang menepis kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan masih kuat karena Super Micro terus berinovasi dan memperluas cakupan bisnisnya.

“Tingkat pertumbuhan kami tetap kuat karena kami terus mengembangkan teknologi fundamental kami dan juga memperluas cakupan bisnis kami,” kata Liang. “Jadi ruang untuk tumbuh masih sangat besar, sangat luas,” pungkasnya.

Langkah strategis Super Micro ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya menjadi pemain utama di Amerika dan Asia, tetapi juga memperkuat eksistensinya di pasar Eropa yang tengah bersiap menyambut era AI skala besar. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...