Scroll untuk baca artikel
Keuangan

Terlalu Banyak Uang di Rekening Bisa Merugikan, Ini Kata Pakar Keuangan

×

Terlalu Banyak Uang di Rekening Bisa Merugikan, Ini Kata Pakar Keuangan

Sebarkan artikel ini
Terlalu Banyak Uang di Rekening Bisa Merugikan, Ini Kata Pakar Keuangan
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Menyimpan uang di rekening tabungan memang terasa aman, namun para pakar keuangan mengingatkan bahwa menimbun terlalu banyak dana tunai justru dapat menimbulkan kerugian dalam jangka panjang. Hal ini terutama karena risiko inflasi dan kurangnya pertumbuhan dana, dibandingkan jika uang ditempatkan dalam instrumen keuangan yang lebih produktif.

Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, menjelaskan bahwa rekening tabungan tidak menawarkan perlindungan yang sama seperti instrumen keuangan lain, seperti kartu kredit atau akun investasi.

Iklan

“Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit,” kata Jessica, dikutip pada Minggu (13/7/2025).

Menurut Jessica, saldo yang terlalu besar di rekening tabungan justru berisiko tergerus nilai riilnya akibat inflasi. Hal itu bisa membuat daya beli uang menurun seiring waktu, apalagi jika tidak diimbangi dengan suku bunga tabungan yang cukup kompetitif.

Simpan Uang Secukupnya di Rekening Harian

Senada dengan Jessica, Gregory Guenther, seorang konselor perencanaan pensiun berizin di New Jersey, menyarankan agar nasabah cukup menyimpan uang di rekening untuk kebutuhan harian atau mingguan, bukan bulanan atau tahunan.

“Anda cukup menyimpan cukup uang di rekening untuk menutupi tagihan satu atau dua minggu,” ujar Gregory.

Gregory menambahkan bahwa terlalu sedikit saldo bisa membuat seseorang cemas setiap kali melakukan transaksi. Namun, jika terlalu banyak, maka ada potensi kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan dari akun lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau instrumen investasi lain yang lebih aman.

“Titik yang tepat bersifat pribadi, tetapi itu akan membuat Anda hidup tanpa harus memeriksa ulang saldo Anda sebelum membeli bahan makanan,” jelasnya.

Risiko Lain: Kesalahan Transaksi dan Biaya Administrasi

Selain inflasi, terlalu banyak menyimpan dana tunai di rekening aktif juga berisiko terkena kesalahan transaksi, terutama dalam sistem perbankan digital yang sangat cepat. Tak jarang, pengguna kehilangan dana karena tidak memantau arus keluar masuk rekening dengan cermat.

Di sisi lain, saldo rendah juga bisa memicu biaya administrasi bank atau penalti tertentu, tergantung jenis rekening dan ketentuan bank yang berlaku.

Namun, penting untuk diingat bahwa saldo rekening bukanlah dana darurat. Banyak orang keliru menganggap uang yang tersimpan di rekening harian bisa menjadi pelindung saat krisis.

“Dana itu bukanlah pengganti tabungan dana darurat,” tegas Gregory.

Dana Darurat Harus Terpisah

Dana darurat sebaiknya disimpan di rekening terpisah, yang mudah diakses tetapi tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dana ini berfungsi sebagai penyangga keuangan saat menghadapi kondisi tak terduga, seperti:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Biaya pengobatan besar
  • Perbaikan kendaraan mendadak
  • Kebutuhan mendesak lainnya

Idealnya, dana darurat mencakup pengeluaran dasar selama 3 hingga 6 bulan, dan sebaiknya ditempatkan di instrumen yang aman serta memiliki likuiditas tinggi.

Meskipun menyimpan uang di rekening tabungan merupakan kebiasaan baik, menimbun terlalu banyak dana di dalamnya bisa jadi merugikan. Pakar keuangan menyarankan agar masyarakat cermat dalam mengatur porsi keuangan mereka, memisahkan antara kebutuhan harian, dana darurat, dan investasi jangka panjang.

Dengan strategi pengelolaan uang yang tepat, Anda bisa menjaga kestabilan finansial, meminimalkan risiko, dan tetap memperoleh pertumbuhan nilai kekayaan secara optimal. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...