Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pembelajaran dan referensi dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional. Kali ini, Unila menerima kunjungan dari Universitas Baturaja (Unbara) di Gedung Rektorat Unila. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan berbagi pengetahuan.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., membuka langsung kegiatan tersebut dengan sambutan yang menekankan pentingnya kemitraan antarperguruan tinggi. Dalam pidatonya, Prof. Lusmeilia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini adalah momen penting untuk saling belajar, saling menginspirasi, dan mendorong institusi kita menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan global,” ujar Rektor Unila.
Rektor Unbara, Ir. Lindawati, S.T., M.T., turut memberikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret bagi Unbara untuk meningkatkan kualitas institusi melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam pelaksanaan SPMI.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Kepala LP3M Unila, Dra. Umi Rahmawati, M.Si., yang menjelaskan kebijakan, mekanisme, hingga pelaksanaan teknis penjaminan mutu yang telah diterapkan di Unila. Fokus utama adalah keberhasilan Unila dalam menjaga keberlanjutan mutu melalui sistem audit internal dan pengendalian mutu akademik yang konsisten.
Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai tantangan implementasi SPMI di kampus masing-masing. Diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Unbara juga turut menyampaikan pengalaman mereka dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu, khususnya di tingkat fakultas.
Delegasi Unbara yang hadir terdiri dari para dekan Fakultas Pertanian, Ekonomi dan Bisnis, serta Teknik dan Komputer, juga Ketua LP3MP Unbara. Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke berbagai unit kerja di Unila untuk melihat langsung bagaimana implementasi mutu diterapkan di berbagai lini akademik dan manajerial.
Opini Positif: Komitmen Bersama Membangun Budaya Akademik yang Sehat
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara terisolasi. Melalui interaksi langsung, universitas bisa saling menguatkan dan membangun jejaring profesional yang akan mempercepat penguatan budaya akademik yang sehat.
Unila menunjukkan peran visionernya dengan membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman kepada institusi lain. Sementara Unbara memperlihatkan semangat maju yang layak diapresiasi dengan membuka diri untuk belajar dan bertransformasi.
Inisiatif semacam ini dapat menjadi model nasional bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat menjadi kekuatan pendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia secara menyeluruh. Sinergi seperti ini patut diperluas ke lebih banyak perguruan tinggi demi masa depan pendidikan nasional yang lebih unggul dan merata. (***)










