PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi menghentikan layanan kelas bisnis untuk seluruh perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Kebijakan ini diambil menyusul perombakan dua layanan terakhir yang masih menggunakan kelas bisnis, yakni KA Gumarang dan KA Tegal Bahari, yang kini telah berganti menggunakan rangkaian kereta New Generation Stainless Steel.
KA Gumarang yang melayani rute Surabaya Pasarturi–Pasarsenen PP, serta KA Tegal Bahari dengan rute Pasarsenen–Tegal PP, kini hadir dalam format baru dengan rangkaian campuran kelas Eksekutif dan Ekonomi New Generation. Rangkaian ini dirancang lebih modern, nyaman, dan efisien guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Perubahan ini merupakan bagian dari langkah transformasi berkelanjutan KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, andal, dan berkelas,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI dalam keterangannya, Jumat (11/7).
Langkah ini juga mencerminkan komitmen kuat KAI dalam mendukung industri dalam negeri dan mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan pelat merah tersebut menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai mitra utama dalam pengadaan sarana terbaru ini.
Investasi Besar untuk Kereta Modern
Dalam mendukung program modernisasi ini, KAI mengucurkan investasi besar dengan total nilai mencapai Rp14,87 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp5,5 triliun dialokasikan secara khusus untuk pengadaan 612 unit kereta New Generation Stainless Steel (SS) selama periode 2023 hingga 2026.
Kereta generasi baru ini memiliki desain yang lebih futuristik dan telah dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti sistem pendingin udara terkini, tempat duduk ergonomis, pencahayaan hemat energi, serta ruang penyimpanan barang yang lebih luas.
“Kereta New Generation hadir sebagai wujud nyata dari transformasi KAI dalam memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berstandar tinggi kepada masyarakat,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Pelanggan Sambut Positif
Langkah penghentian kelas bisnis ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian besar penumpang menyambut positif karena perubahan tersebut dinilai memberikan kenyamanan lebih tanpa harus membayar tiket semahal kelas eksekutif.
“Menurut saya bagus, karena fasilitasnya sekarang jauh lebih modern, meskipun tidak ada kelas bisnis lagi. Kalau kualitas naik, saya rasa semua orang setuju,” kata Rahmat, penumpang KA Gumarang asal Surabaya.
Sementara itu, sebagian lainnya mengaku merasa kehilangan kelas bisnis yang selama ini dianggap sebagai pilihan menengah antara kelas ekonomi dan eksekutif. Namun, KAI menegaskan bahwa kelas Ekonomi New Generation dirancang agar tetap nyaman dan aman bagi seluruh lapisan penumpang.
Komitmen Terus Berinovasi
Dengan langkah ini, KAI menegaskan posisinya sebagai operator transportasi darat yang terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Selain memperbarui rangkaian kereta, perusahaan juga tengah memperkuat sistem layanan digital, pemesanan tiket, serta integrasi moda transportasi lain demi menunjang konektivitas nasional.
Ke depan, KAI juga merencanakan pengembangan layanan serupa untuk lintas Sumatera dan wilayah lainnya guna mendorong efisiensi, keamanan, serta peningkatan mutu pelayanan berbasis teknologi.
“Transformasi tidak hanya dalam bentuk fisik sarana, tetapi juga mencakup sistem operasional dan pelayanan penumpang. Ini bagian dari langkah KAI menuju transportasi masa depan Indonesia,” tutup pernyataan tersebut. (***)







