Sebuah momen mengejutkan terjadi di Craven Cottage ketika Bruno Fernandes gagal mengeksekusi penalti dalam laga Manchester United melawan Fulham, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Bola sepakan sang kapten melambung jauh di atas mistar, membuat para suporter Setan Merah terdiam.
MU sejatinya memiliki peluang emas untuk memimpin setelah VAR memutuskan adanya pelanggaran Calvin Bassey terhadap Mason Mount di kotak terlarang. Fernandes yang dikenal piawai sebagai algojo penalti—dengan catatan 22 gol dan hanya empat kegagalan sebelumnya di Premier League—justru membuat kejutan yang tidak diharapkan.
Menurut komentator Sky Sports sekaligus mantan bek MU, Gary Neville, ada faktor non-teknis yang memengaruhi kegagalan Fernandes. Neville menduga Fernandes kehilangan fokus akibat insiden kecil sebelum tendangan. “Wasit sedikit menyenggolnya, dan itu membuat dia agak terganggu,” ujar Neville dalam siaran langsung.
Kegagalan tersebut tercatat sebagai yang pertama bagi Fernandes sejak Desember 2023, ketika ia juga gagal menuntaskan penalti menghadapi Chelsea. Namun, komentar Neville memicu perdebatan di media sosial. Banyak pendukung menilai komentarnya bias terhadap klub lamanya.
Salah satu pengguna menulis, “Neville menyalahkan wasit untuk penalti Bruno yang melambung? Komentar khas yang tidak netral.” Sementara yang lain menambahkan, “Sulit dipercaya Sky dan Neville menyalahkan wasit atas kegagalan penalti itu.”
Meski gagal membuka keunggulan lewat titik putih, MU akhirnya memecah kebuntuan melalui gol bunuh diri Rodrigo Muniz. Sundulan Leny Yoro mengenai tubuh Muniz membuat bola masuk ke gawang sendiri. Namun, kebahagiaan Setan Merah tak bertahan lama. Fulham membalas cepat lewat Emile Smith Rowe yang baru masuk, mencetak gol penyama kedudukan hanya 93 detik setelah menginjakkan kaki di lapangan.
Hasil imbang ini membuat MU kembali kehilangan poin penting dalam perburuan papan atas, sementara kegagalan penalti Fernandes dipastikan akan menjadi bahan evaluasi tim jelang laga berikutnya. (***)












