Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Alexander Isak dan Dinamika Baru di Lini Serang Liverpool

×

Alexander Isak dan Dinamika Baru di Lini Serang Liverpool

Sebarkan artikel ini
Alexander Isak dan Dinamika Baru di Lini Serang Liverpool
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Perekrutan Alexander Isak dari Newcastle United diyakini bakal membawa nuansa berbeda dalam skema taktik The Reds. Meski bukan tipikal penyerang tengah klasik, striker asal Swedia itu menghadirkan fleksibilitas yang berpotensi mengubah peran para penyerang lain, termasuk Mohamed Salah.

Isak baru akan berusia 26 tahun pada 21 September mendatang, namun produktivitasnya sudah impresif. Dalam dua musim terakhir bersama Newcastle, ia menorehkan lebih dari 20 gol di Premier League, capaian yang hanya bisa disamai oleh Erling Haaland.

Iklan

Lebih dari sekadar pencetak gol, Isak merepresentasikan tipikal penyerang modern. Jika era 1980-an hingga 1990-an lekat dengan pola 4-4-2 dan pembagian peran target-man serta finisher, kini striker dituntut memiliki paket lengkap: kecepatan, kekuatan, serta keterampilan teknis.

Nama-nama seperti Didier Drogba, Andriy Shevchenko, hingga Radamel Falcao sempat menjadi prototipe. Haaland pun dianggap versi langka dengan kombinasi postur 195 cm dan insting tajam di kotak penalti. Namun, generasi baru striker tinggi dan mobile mulai bermunculan, termasuk Isak (193 cm), Benjamin Sesko, Viktor Gyokeres, Hugo Ekitike, hingga Victor Osimhen.

Baca Juga:  Bruno Fernandes Cetak Rekor dan Ungkap Tekadnya untuk Manchester United

Meski tidak dominan di udara, Isak tetap mencetak empat gol sundulan musim lalu, termasuk penentu kemenangan Newcastle United atas Arsenal. Keunggulan utamanya ada pada mobilitas: ia kerap bergerak melebar, membuka ruang, dan bisa beroperasi di kedua sayap—peran yang dulu dijalaninya di Real Sociedad.

Karakteristik tersebut bisa menyatu dengan pola menyerang Liverpool. Cody Gakpo dan Salah terbiasa bergerak dari sayap ke tengah, sehingga striker fleksibel seperti Isak dapat menciptakan ruang tambahan bagi keduanya. Bedanya, Isak tetap mampu berperan sebagai finisher murni ketika dibutuhkan, khususnya untuk menyambut umpan silang.

Kehadiran Florian Wirtz sebagai rekrutan anyar juga menambah opsi. Kecepatan Isak menjadikannya ideal menerima umpan terobosan dari gelandang kreatif asal Jerman itu. Kombinasi ini memberi Arne Slot peluang menampilkan lini depan cair dengan rotasi posisi yang dinamis.

Slot bahkan bisa mengeksplorasi duet Isak dan Ekitike dalam pola 4-4-2. Formasi tersebut mungkin bukan skema paling optimal untuk Salah, namun tetap membuka ruang. Gakpo bisa turun mengisi sisi kiri lini tengah, sementara Dominik Szoboszlai bisa beroperasi lebih dalam di kanan untuk mendukung bek sayap ofensif seperti Jeremie Frimpong.

Baca Juga:  Liverpool Jadi Tim Premier League Terboros Musim Panas 2025, Siap Tebus Isak Rp3,2 Triliun

Di balik eksperimen taktik itu, Liverpool mulai menghadapi kenyataan masa depan tanpa Salah. Bintang Mesir itu kini berusia 33 tahun dan kontraknya habis pada 2027. Musim panas tahun depan bisa menjadi momen logis bagi klub melepasnya, yang berarti tidak ada lagi kewajiban mempertahankan pakem 4-3-3 ala era Jurgen Klopp.

Meski ditinggal Diogo Jota karena tragedi dan menjual Darwin Nunez serta Luis Diaz, kedatangan Wirtz, Ekitike, dan Isak justru meningkatkan kualitas kedalaman skuad. Fokus permainan kini lebih banyak bertumpu pada sektor tengah.

Namun, pertanyaan besar tersisa di lini belakang. Opsi menyerang memang melimpah, tetapi apakah lini tengah dan pertahanan cukup tangguh? Jika Szoboszlai benar-benar mampu beradaptasi sebagai bek kanan, Arne Slot akan punya lebih banyak variasi untuk menambal potensi celah di lini belakang.  (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...