Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Pemerintah Siapkan Tenaga Pengganti

×

Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Pemerintah Siapkan Tenaga Pengganti

Sebarkan artikel ini
Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Pemerintah Siapkan Tenaga Pengganti
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Program Sekolah Rakyat menghadapi tantangan sejak tahap awal penempatan guru. Berdasarkan data Kementerian Sosial, dari total 1.469 guru yang dinyatakan lolos seleksi, sebanyak 143 orang memilih mundur sebelum menjalankan tugas. Dengan demikian, sekitar 1.326 guru tetap tercatat aktif mengajar di lokasi penempatan yang telah ditentukan.

Gelombang Pengunduran Diri

Pengunduran diri ratusan guru terjadi sebelum seluruh proses pelantikan selesai. Kondisi ini membuat pemerintah perlu segera melakukan penggantian agar tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah penerima program. Sementara itu, guru-guru yang bertahan harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.

Iklan

Alasan utama mundurnya sejumlah guru adalah lokasi penempatan yang dianggap terlalu jauh dari tempat tinggal. Banyak daerah penugasan sulit dijangkau transportasi umum sehingga memerlukan biaya dan waktu tambahan. Faktor geografis yang beragam membuat sebagian guru mempertimbangkan kembali kesanggupan mereka.

Selain jarak, beberapa guru juga mundur karena telah diterima sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau menemukan pekerjaan lain yang lebih sesuai. Ada pula yang mengundurkan diri karena masalah administratif, seperti perbedaan data penempatan atau benturan jadwal dengan pekerjaan sebelumnya.

Baca Juga:  Sekolah Ikatan Dinas: Jalan Pintas Menuju Karier Cemerlang Pasca-SMA

Respons Pemerintah

Kementerian Sosial menegaskan bahwa pengunduran diri 143 guru tidak akan mengganggu jalannya proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat. Pemerintah menyiapkan tenaga pengganti yang akan dilantik pada tahap berikutnya agar setiap sekolah tetap mendapat tenaga pengajar sesuai kebutuhan.

Selain menyiapkan pengganti, pemerintah juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penempatan. Evaluasi ini bertujuan meminimalkan hambatan yang menyebabkan guru mundur, terutama terkait jarak dan akses menuju lokasi tugas. Hasil evaluasi diharapkan bisa melahirkan kebijakan penempatan yang lebih efektif pada gelombang rekrutmen mendatang.

Tantangan di Lapangan

Sementara itu, sekitar 1.326 guru yang bertahan kini menghadapi tantangan nyata di lokasi penempatan. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi transportasi yang terbatas, mencari tempat tinggal sementara, serta menyesuaikan metode mengajar dengan fasilitas sekolah dan kebutuhan murid. Di banyak daerah, guru juga dituntut untuk lebih kreatif agar kegiatan belajar tetap berjalan meski sarana pendidikan masih minim.

Kondisi ini menjadi ujian awal bagi program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan di berbagai wilayah. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah guru yang ditempatkan, tetapi juga oleh kemampuan mereka beradaptasi dengan situasi lapangan dan dukungan kebijakan pemerintah. (***)

Baca Juga:  Prabowo Instruksikan Penambahan 100 Lokasi Sekolah Rakyat Baru, Total Menjadi 200 Titik

Sumber: https://hima-itenas.ac.id/

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...