Hai, Sobat Rusdimedia! Hari ini kita akan bahas salah satu legenda hidup industri hiburan Korea, Lee Jung-jae. Karirnya yang melintasi lebih dari tiga dekade adalah bukti nyata tentang talenta, kerja keras, dan kemampuan bertransformasi seorang seniman sejati.
Profil Singkat Lee Jung-jae
Lee Jung-jae lahir di Seoul pada 15 Desember 1972. Uniknya, jalan menuju ketenarannya dimulai dari sebuah kafe di Apgujeong-dong, tempat dia bekerja dan kemudian ditemukan oleh seorang desainer yang mengajaknya menjadi model.
Dari dunia modeling, dia melangkah ke akting dan langsung mencuri perhatian. Selain sebagai aktor Korea papan atas, dia juga seorang sutradara, produser, dan pebisnis yang sukses. Lee Jung-jae menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Dongguk, jurusan Teater dan Film, menunjukkan komitmen seriusnya pada seni peran.
Perjalanan Karir: Tiga Dekade Dominasi Layar
Perjalanan karir Lee Jung-jae adalah rollercoaster yang penuh pembelajaran. Mari kita telusuri fase-fase pentingnya.
1993–1999: Awal yang Gemilang dan Terobosan
Dia memulai debut di dunia drama Korea lewat “Dinosaur Teacher” (1993). Namun, terobosannya datang dari peran pendukung di drama epik “Sandglass” (1995). Perannya sebagai pengawal yang setia sukses membuatnya menjadi idola nasional.
Setelah menyelesaikan wajib militer, momentumnya kembali dengan film “An Affair” (1998) yang menjadi titik balik karier filmnya. Kesuksesan itu langsung diikuti “City of the Rising Sun” (1999) yang membuatnya meraih penghargaan Aktor Terbaik di Blue Dragon Film Awards.
2000–2009: Eksplorasi dan Tantangan
Di era 2000-an, Lee Jung-jae mencoba berbagai genre. Dia membintangi film romantis “Il Mare” (2000) yang kelak diadaptasi Hollywood menjadi “The Lake House”. Dia juga sukses di film komedi “Oh! Brothers” (2003) yang menarik lebih dari 3 juta penonton.
Meski begitu, kembalinya ke televisi lewat “Air City” (2007) dan “Triple” (2009) tidak sesukses yang diharapkan. Periode ini menunjukkan bahwa bahkan bintang besar pun mengalami pasang surut.
2010–2019: Kebangkitan dan Kesuksesan Komersial
Fase ini adalah era keemasan Lee Jung-jae di layar lebar. Dia membintangi satu demi satu film box office yang mendefinisikan ulang karirnya.
- The Housemaid (2010): Thriller erotis yang ditayangkan di Festival Film Cannes.
- The Thieves (2012): Film heist yang menjadi film terlaris kedua sepanjang sejarah Korea saat itu.
- New World (2013): Film gangster yang kini dianggap klasik, menunjukkan aktingnya yang intens dan penuh tekanan.
- Assassination (2015): Film aksi sejarah yang sukses besar.
Dia juga kembali ke televisi setelah sekian lama lewat serial politik “Chief of Staff” (2019), yang membuktikan bahwa pesonanya tetap kuat di layar kaca.
2021–Sekarang: Fenomena Global dan Melampaui Batas
Tahun 2021 mengubah segalanya. Perannya sebagai Seong Gi-hun, protagonis dalam “Squid Game” Netflix, menjadikannya superstar global dalam semalam.
Kesuksesannya bukan hanya populer, tetapi juga diakui prestisius. Lee Jung-jae membuat sejarah dengan menjadi aktor Asia pertama yang memenangkan Primetime Emmy Award untuk kategori Aktor Utama Terbaik dalam Serial Drama. Dia juga memenangkan Screen Actors Guild (SAG) Award dalam kategori serupa.
Kesuksesan globalnya berlanjut. Pada 2024, dia masuk dalam franchise Hollywood besar dengan berperan sebagai Master Jedi dalam serial “The Acolyte” di Disney+, yang menjadi debutnya di alam semesta Star Wars.
Daftar Lengkap Film & Serial TV Lee Jung-jae
Untuk memudahkan Sobat Rusdimedia menelusuri karya-karyanya, berikut daftar lengkap film dan serial TV Lee Jung-jae yang penting.
Film
| Tahun | Judul Film | Peran | Keterangan Penting |
|---|---|---|---|
| 1994 | The Young Man | Lee Han | Debut film |
| 1998 | An Affair | Woo-in | Terobosan karier film |
| 1999 | City of the Rising Sun | Hong-ki | Pemenang Best Actor, Blue Dragon Awards |
| 2000 | Il Mare | Han Sung-hyun | Dadaptasi jadi The Lake House (2006) |
| 2003 | Oh! Brothers | Oh Sang-woo | Komedi sukses >3 juta penonton |
| 2010 | The Housemaid | Hoon | Ditayangkan di Festival Film Cannes |
| 2012 | The Thieves | Popie | Film Korea terlaris ke-2 saat itu |
| 2013 | New World | Lee Ja-sung | Film gangster kultklas |
| 2013 | The Face Reader | Pangeran Suyang | Pemenang Best Supporting Actor, Baeksang Arts Awards |
| 2015 | Assassination | Yeom Seok-jin | Blockbuster sejarah |
| 2020 | Deliver Us from Evil | Ray | Aksi-thriller intens |
| 2022 | Hunt | Park Pyung-ho | Debut sebagai sutradara dan penulis |
Serial TV (Drama)
| Tahun | Judul Drama | Peran | Saluran |
|---|---|---|---|
| 1995 | Sandglass | Baek Jae-hee | SBS |
| 2007 | Air City | Kim Ji-sung | MBC |
| 2009 | Triple | Shin Hwal | MBC |
| 2019 | Chief of Staff | Jang Tae-joon | JTBC |
| 2021 | Squid Game (Musim 1) | Seong Gi-hun (No. 456) | Netflix |
| 2024 | Squid Game (Musim 2) | Seong Gi-hun | Netflix |
| 2024 | The Acolyte | Master Jedi | Disney+ |
| 2025 | Squid Game (Musim 3) | Seong Gi-hun | Netflix |
| 2025 | Nice to Not Meet You | Im Hyun-joon | tvN |
Analisis: Rahasia Kesuksesan dan Dampaknya
Apa sih yang membuat Lee Jung-jae begitu istimewa dan bertahan lama? Sebagai pengamat industri, saya melihat beberapa kunci suksesnya.
Pertama, kemampuan beradaptasi dan transformasi. Dia bisa memainkan peran romantis di “Il Mare”, detektif yang menyamar di “New World”, hingga seorang biasa yang putus asa di “Squid Game”. Sutradara “Squid Game”, Hwang Dong-hyuk, bahkan sengaja memilihnya untuk “menghancurkan image karismatik” yang melekat dari peran sebelumnya. Itu adalah risiko besar yang berbuah manis.
Kedua, komitmen pada kualitas. Setelah periode kurang sukses di akhir 2000-an, dia memilih proyek-proyek berkualitas seperti “The Housemaid” dan “The Thieves” yang membawa kembali namanya ke puncak. Ini menunjukkan kecerdasan dalam memilih skrip.
Ketiga, visi yang melampaui akting. Lee Jung-jae tidak puas hanya menjadi bintang. Debutnya sebagai sutradara dan penulis untuk film “Hunt” (2022) membuktikan hasratnya untuk bercerita dari balik kamera. Dia juga seorang pebisnis yang sukses dengan berbagai usaha, termasuk restoran dan perusahaan pengembangan.
Dampaknya terhadap industri Korea sangat besar. Kemenangan Emmy dan SAG Award-nya membuka pintu bagi aktor Korea dan Asia lainnya di panggung global. Dia membuktikan bahwa penghalang bahasa bukanlah halangan untuk mendapatkan pengakuan internasional tertinggi.
Penutup: Inspirasi dari Seorang Legenda
Perjalanan Lee Jung-jae dari model yang ditemukan di kafe menjadi pemenang Emmy Awards adalah cerita yang menginspirasi. Dia mengajarkan kita tentang konsistensi, keberanian untuk berubah, dan never stop learning.
Dia membuktikan bahwa kesuksesan sejati bukan tentang menjadi viral dalam semalam, tetapi tentang bertahan dan terus berevolusi selama puluhan tahun. Dari jantung drama Korea era 90-an, menjadi raja box office 2010-an, hingga ikon global di tahun 2020-an, Lee Jung-jae adalah sosok yang terus menantang dirinya sendiri.
Bagaimana menurutmu, Sobat Rusdimedia? Karya Lee Jung-jae mana yang paling membuatmu terkesan? Apakah itu ketegangan “New World”, keputusasaan “Squid Game”, atau pesonanya di “Il Mare”? Share di komentar, ya!












