Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menargetkan proyek pembangunan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C dapat rampung sesuai jadwal pada 31 Desember 2025. Untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana, Basuki yang akrab disapa Pak Bas, melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Sabtu (19/7).
Dalam keterangannya yang disampaikan pada Minggu (20/7), Basuki menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan KIPP sangat krusial guna mendukung kelancaran aksesibilitas dan konektivitas antarkawasan di pusat pemerintahan baru.
“Perlu diperhatikan betul kualitasnya, pembangunan sudah terbilang cukup bagus. Dari awalnya target 6 persen, sekarang sudah berjalan 10 persen,” ujar Basuki.
Menurutnya, meskipun progres pembangunan menunjukkan percepatan, aspek kualitas tetap menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa penyelesaian proyek bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan jangka panjang.
Kawasan KIPP 1B dan 1C merupakan bagian dari pengembangan tahap kedua IKN. OIKN membagi pembangunan jalan di kawasan ini ke dalam beberapa paket pengerjaan, mulai dari Paket A hingga Paket G. Total panjang jalan yang dibangun mencapai 12,2 kilometer, dengan spesifikasi tipe jalan ROW 36 dan ROW 54.
Sebagai bagian dari dukungan anggaran untuk keberlanjutan pembangunan di kawasan inti, OIKN telah mengusulkan tambahan dana sebesar Rp 16,13 triliun untuk tahun anggaran 2026. Jika disetujui, maka total anggaran OIKN untuk tahun depan akan mencapai Rp 21,1 triliun, dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp 5,05 triliun.
Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa sebagian besar tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk uang muka tender pembangunan gedung yudikatif dan legislatif, serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Tendernya ada ruang lingkupnya. Satu, pembangunan gedung yudikatif dan legislatif, itu terdiri dari tujuh paket pekerjaan. Kemudian pembangunan jalan untuk yudikatif, legislatif dan sekitarnya, termasuk embung serta sistem penyediaan air minum,” ungkap Danis saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).
Dengan komitmen percepatan dan kontrol kualitas yang ketat, pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung di KIPP 1B dan 1C diharapkan menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya Ibu Kota Nusantara sebagai simbol kemajuan Indonesia. (***)









