Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Manchester United Dipermalukan Grimsby, Amorim di Ujung Tanduk

×

Manchester United Dipermalukan Grimsby, Amorim di Ujung Tanduk

Sebarkan artikel ini
Manchester United Dipermalukan Grimsby, Amorim di Ujung Tanduk
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Manchester United mencatatkan salah satu malam terburuk dalam sejarah klub setelah tersingkir dari Carabao Cup secara memalukan di tangan tim kasta keempat, Grimsby Town. Laga yang berlangsung di Blundell Park, Rabu (27/8) malam waktu setempat atau Kamis (28/8/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-2 di waktu normal sebelum MU kalah 11-12 lewat adu penalti.

Kekalahan ini menorehkan noda besar dalam karier Ruben Amorim di Old Trafford. Untuk pertama kalinya, Setan Merah dipermalukan tim League Two di ajang Piala Liga, setelah sebelumnya selalu menang dalam 11 pertemuan kontra klub dari divisi tersebut.

Iklan

MU bahkan sempat tertinggal 0-2 dan nyaris kebobolan lagi sebelum gol Cameron Gardner dianulir wasit karena offside. Bryan Mbeumo dan Harry Maguire berhasil menyamakan kedudukan, namun kegagalan Benjamin Sesko memanfaatkan peluang emas di menit akhir menjadi pertanda buruk. Pada babak adu penalti, Matheus Cunha dan Mbeumo gagal mengeksekusi dengan baik, memastikan langkah MU terhenti.

Baca Juga:  Marcus Rashford Isyaratkan Hengkang dari MU, Situasi Memanas di Ruang Ganti

Usai laga, komentar Amorim justru terdengar sinis. “Ketika melawan tim dari divisi empat, bukan soal kiper saja [yang bikin kalah], tapi semuanya. Lingkungan, cara kami menghadapi kompetisi. Hari ini, para pemain berbicara sangat keras untuk saya,” ujarnya, dengan nada yang jelas bukan pujian.

Dengan skuad bertabur bintang, MU seharusnya mampu menang mudah. Namun keberanian Grimsby, dipadukan dengan kekeraskepalaan Amorim mempertahankan skema 3-4-3 yang dianggap tak cocok dengan materi pemain, justru membuat tim terpuruk. Lini belakang tampil rapuh melalui Diogo Dalot dan Tyler Fredricson, sementara Andre Onana kembali membuat blunder fatal. Lini tengah yang dikawal Kobbie Mainoo dan Manuel Ugarte pun kehilangan kontrol permainan.

Masalah penalti yang seolah jadi kutukan juga semakin mencoreng wajah MU. Cunha gagal dalam kesempatan krusial, sementara Bruno Fernandes sebelumnya juga sempat meleset di ajang liga. Inkonsistensi ini menambah panjang daftar kelemahan tim sejak awal musim.

Bursa transfer yang segera ditutup memperkecil peluang klub untuk menemukan solusi instan. Namun, akar masalah sesungguhnya justru ada pada Amorim. Gaya bermainnya yang kaku dan sulit beradaptasi membuat MU kesulitan bersaing, sekaligus menipiskan peluangnya untuk bertahan lama di kursi pelatih.

Baca Juga:  Manchester United Incar Matheus Cunha, Ruben Amorim Pilih Bungkam

Suasana makin suram ketika suporter Grimsby meneriakkan ejekan, “You’re getting sacked in the morning!” meski kemungkinan Amorim langsung dipecat kecil. Namun, statistiknya berbicara: dari 45 laga sejak November lalu, ia kalah 19 kali dan hanya menang 17. Rasio kemenangan itu tercatat sebagai yang terburuk di era pasca-Sir Alex Ferguson.

Kekalahan di Grimsby bisa jadi titik nadir bagi Manchester United. Pertanyaan besar kini bergema di Old Trafford: apakah ini batas terendah MU di bawah Amorim, atau justru awal dari keterpurukan yang lebih dalam? (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...