Perubahan besar terjadi pada perjalanan karier Joshua Zirkzee di Manchester United hanya dalam waktu sepekan. Dari pemain yang nyaris dilepas pada bursa Januari 2026, ia kini justru menjadi sorotan positif setelah tampil gemilang dalam dua laga beruntun di Premier League.
Keputusan Ruben Amorim memberi kesempatan bermain sejak awal kepada Zirkzee awalnya merupakan kejadian langka. Sebelum menjadi starter mengejutkan saat MU menjamu Everton pada Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, total menit bermain Zirkzee di musim ini hanya mencapai 90 menit, hasil dari penampilan singkat sebagai pemain pengganti. Sebagian besar waktu, ia bahkan tidak masuk lapangan sama sekali.
Namun, absennya Benjamin Šeško dan Matheus Cunha membuka jalan. Zirkzee diturunkan sejak menit pertama di Old Trafford dan tampil penuh selama 90 menit. Ia hampir mencetak dua gol di menit akhir, tetapi aksinya digagalkan oleh Jordan Pickford, salah satunya disebut sebagai salah satu penyelamatan terbaik musim ini.
Dapat Kepercayaan Lagi di Selhurst Park
Penampilan meyakinkan melawan Everton membuat Amorim kembali mempercayainya sebagai starter pada laga tandang ke markas Crystal Palace, Minggu malam. Lagi-lagi, ia tampil penuh—dan kali ini memberikan dampak nyata.
Setelah nyaris menjebol gawang Everton, Zirkzee akhirnya mencetak gol dengan penyelesaian klinis melawan Palace. Gol itu memberinya kesempatan merayakan selebrasi “machine gun” ala Gabriel Batistuta, selebrasi yang sudah hampir setahun tidak ia lakukan di Premier League.
Dalam wawancara bersama TNT Sports, Zirkzee menegaskan bahwa bermain untuk Manchester United menuntut performa maksimal setiap saat.
“Jika Anda lama tidak mencetak gol, itu bisa memengaruhi diri Anda. Namun saya dikelilingi orang-orang hebat. Mereka membuat semuanya terasa lebih mudah,” ujar Zirkzee.
“Gol itu adalah hadiah dari kesabaran dan kerja keras. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain, staf, dan manajer. Lingkungannya sangat positif.”
Tekanan Mental dan Perjuangan Bangkit
Zirkzee tidak menutupi bahwa periode paceklik gol membuat mentalnya tertekan. Pada paruh kedua musim lalu, ia beberapa kali terlihat kehilangan kepercayaan diri. Bahkan pada Desember tahun lalu, ia sempat menjadi sasaran ejekan suporter.
Musim ini, hanya beberapa pemain MU yang mampu mencetak gol dalam dua laga Premier League beruntun: Šeško, Bryan Mbeumo, dan Casemiro. Sejauh ini, belum ada satu pun yang mencetak gol dalam tiga laga beruntun.
Zirkzee pernah berada dalam situasi serupa. Dua golnya ke gawang Everton dalam laga kandang pertama Amorim pada 1 Desember 2024 tampak seperti momentum kebangkitan. Namun setelah itu, ia kembali mandek hingga pekan lalu.
Kini, ketidakhadiran Šeško—yang diperkirakan absen hingga pertengahan Desember—membuka peluang besar bagi Zirkzee. Bila mampu memanfaatkannya, ia bukan hanya mengubah nasibnya musim ini, tetapi juga masa depannya di Old Trafford.
MU Butuh Penyerang Tajam
Manchester United berada dalam posisi yang mengkhawatirkan: mereka tidak memiliki pencetak gol reguler yang konsisten. Saat ini, top scorer klub adalah Bryan Mbeumo dengan lima gol—padahal ia bukan penyerang utama.
Bandingkan dengan tim lain:
- Igor Thiago (Brentford) — 11 gol dari 13 laga
- Danny Welbeck (Brighton) — 7 gol dari 13 laga
- Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace) — 7 gol dari 13 laga
Dalam era kejayaan Sir Alex Ferguson, MU selalu memiliki penyerang berbahaya: Wayne Rooney, Ruud van Nistelrooy, Andy Cole, Robin van Persie, Dimitar Berbatov, hingga Ole Gunnar Solskjær dan Dwight Yorke.
Di usia 24 tahun, Zirkzee baru mencatat satu musim produktif sepanjang kariernya: 16 gol dari 38 laga liga bersama Anderlecht. Musim terbaiknya di Bologna menghasilkan 11 gol dari 34 laga. Angka yang belum cukup menunjukkan kemampuan menjadi penentu sepanjang musim.
Inilah alasan mengapa MU berencana mencari penyerang baru untuk mendampingi Šeško, penyerang jangka panjang klub. Zirkzee dapat berkontribusi, tetapi ada batasnya—meski performanya perlahan meningkat.
Momentum Penentu untuk Masa Depan
Pada titik ini, Zirkzee memiliki peluang besar di depan mata. Namun ia juga berada pada situasi yang mengharuskannya tampil konsisten jika ingin bertahan di Manchester United setelah musim berakhir.
Rencana hengkang pada Januari, yang sebelumnya ramai diberitakan, kini tampak tidak realistis.
MU membutuhkan penyerang yang bisa tampil tajam dari pekan ke pekan, dan Zirkzee harus mampu membuktikan dirinya di periode krusial ini. Penilaian Amorim dan tim rekrutmen juga akan sangat menentukan sebelum fokus anggaran klub dialihkan ke sektor gelandang tengah.
Satu hal yang pasti: dua laga terakhir mungkin hanya permulaan. Jika Zirkzee mampu menjaga momentum, perjalanan kariernya di Manchester United bisa berubah sepenuhnya. (***)












