Film terbaru Superman besutan sutradara James Gunn menjadi perbincangan hangat publik, tak hanya karena pemilihan aktor atau alur ceritanya yang dinilai segar, namun juga karena dugaan bahwa film ini mengusung pesan pro Palestina dan anti Israel.
Isu ini mencuat setelah film tersebut resmi tayang di bioskop pada akhir pekan perdananya. Para netizen ramai-ramai mengulas dan membandingkan karya terbaru Gunn ini dengan film Man of Steel yang sebelumnya digarap oleh Zack Snyder.
Yang menjadi pusat perhatian bukan semata-mata pertarungan klasik antara Superman dan Lex Luthor, namun lebih kepada alur cerita yang oleh sebagian penonton dianggap memiliki kemiripan dengan konflik dunia nyata antara Palestina dan Israel.
Dalam salah satu bagian film, Superman digambarkan membela sebuah negara kecil yang penduduknya bukan berkulit putih dan hanya memiliki senjata sederhana seperti tongkat kayu dan batu. Adegan ini langsung memantik spekulasi dari banyak penonton yang menilai bahwa negara tersebut merupakan representasi dari Palestina. Sementara itu, pihak antagonis dalam film dituding sebagai simbol dari Israel, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam dialog atau visual film.
Respons publik pun terbagi. Di media sosial, sejumlah pihak pro Israel mengecam film tersebut. Mereka menilai Superman versi James Gunn menyampaikan pesan yang mengarah pada antisemitisme, terlebih mengingat tokoh Superman sendiri diciptakan oleh dua seniman Yahudi, Jerry Siegel dan Joe Shuster.
“Saya merasa sangat tidak dihormati dan terganggu karena seorang superhero yang diciptakan oleh dua seniman Yahudi kini digunakan untuk menyebarkan pesan anti-Israel kepada dunia. #Superman kini menjadi antisemit,” tulis akun @xuska81 di X (sebelumnya Twitter).
Senada dengan itu, @DrewPavlou menulis, “Saya menonton Superman dan ini adalah film paling kartunal namun penuh pesan antisemit yang pernah saya lihat.”
Komentar lainnya datang dari @LangmanVince yang menyindir, “Apakah hanya saya satu-satunya yang tidak punya keinginan sama sekali untuk menonton Superman versi ‘WOKE’ terbaru ini?”
Di sisi lain, para pendukung Palestina menyambut hangat film ini. Bahkan beberapa di antaranya mengungkapkan rasa terima kasih secara terang-terangan kepada sang sutradara.
“Baru saja menonton Superman, saya BENAR-BENAR BENCI ISRAEL AHHHHH,” tulis @Schnefzel.
Sementara @oblivibum mengapresiasi arah film tersebut, “Saya tidak percaya James Gunn berhasil mengacungkan ‘jari tengah’ literal ke arah Israel melalui film Superman.”
James Gunn hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas kontroversi tersebut. Namun, diketahui sejak awal penggarapannya, Gunn memang menyatakan ingin membawa nuansa baru dan pesan kemanusiaan dalam interpretasinya terhadap karakter Superman.
Terlepas dari perdebatan tersebut, film ini tetap menarik perhatian luas dan menjadi bahan diskusi publik, baik di kalangan penggemar film, pecinta komik, hingga pemerhati isu politik global. Seiring waktu, film ini kemungkinan akan terus menimbulkan perdebatan mengenai batas antara seni, hiburan, dan pesan politik yang terselip di dalamnya. (***)












