Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan proyek ambisius berupa pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Proyek tersebut akan mencakup penggabungan tiga taman ikonik, yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan taman tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. Dana tersebut bersumber dari pemanfaatan kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB), bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Iya, jadi pakai koefisien, nanti pembangunan memakai KLB,” ujar Fajar kepada awak media pada Jumat (1/8). “Sekitar Rp 50 miliar ya (untuk tiga taman),” tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta. Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ikon baru ruang publik yang tidak hanya menambah keasrian kota, tetapi juga memberi nilai historis dan edukatif bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari persiapan pembangunan, para pedagang di Pasar Burung Barito yang selama ini menempati area sekitar taman mulai dipindahkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pemindahan dilakukan secara bertahap dan telah melalui proses sosialisasi cukup panjang.
“Tanggal 3 (Agustus) ini adalah batas terakhir dan kami akan dalam waktu dekat menyelenggarakan groundbreaking,” ujar Pramono saat ditemui di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (4/8).
Pramono juga meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk memastikan proses pemindahan berjalan lancar. “Saya yakin akan selesai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengingatkan pentingnya menyiapkan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang Pasar Hewan Barito. Ia menyoroti bahwa lahan di kawasan Lenteng Agung yang disiapkan untuk relokasi masih belum memenuhi standar kenyamanan berjualan.
“Kita akan siapkan anggaran untuk dibangun secepatnya di wilayah Lenteng Agung, karena itu tadi Pemprov DKI merelokasi juga menyiapkan tempatnya yang memang harus proper. Setidaknya win-win solution untuk kedua belah pihak kita,” ujar Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
Proyek ini diperkirakan akan dimulai secara resmi dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Pembangunan Taman Bendera Pusaka tidak hanya menjadi langkah penataan kota, tetapi juga simbol penghargaan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, Pemprov DKI optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi ruang publik yang membanggakan bagi warga ibu kota. (***)










