Liverpool berpeluang mencatat sejarah baru ketika menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (9/11/2025) WIB. Kemenangan atas sang juara bertahan tak hanya akan memperkecil jarak dengan Arsenal di puncak klasemen, tetapi juga menorehkan rekor tandang yang belum pernah dicapai The Reds sepanjang era Premier League.
Pertandingan ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Arsenal yang sebelumnya ditahan imbang 2-2 oleh Sunderland memberi peluang bagi para pesaing untuk mendekat. Tiga poin bagi Liverpool akan memangkas jarak menjadi lima poin dari puncak, sedangkan kemenangan Manchester City akan membuat mereka hanya terpaut empat poin dari The Gunners.
Duel Sarat Sejarah
Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Pep Guardiola. Manajer asal Spanyol itu mencatatkan laga ke-1.000 sepanjang karier kepelatihannya. Ia tengah memimpin City dalam performa positif dengan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Di sisi lain, pelatih Liverpool Arne Slot membawa skuadnya tampil gemilang dalam dua laga terakhir dengan kemenangan atas Aston Villa dan Real Madrid. Pelatih asal Belanda itu bahkan memiliki catatan manis melawan Guardiola. Musim lalu, Slot dua kali menundukkan sang rival di Premier League dengan skor identik 2-0 di Anfield dan Etihad, dalam perjalanan menuju gelar Liga Inggris ke-20 untuk The Reds.
Jika berhasil mengulang kemenangan di Etihad kali ini, Liverpool akan mencetak sejarah dengan meraih dua kemenangan tandang beruntun atas Manchester City di Premier League – sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menyamai Prestasi Era First Division
Pencapaian serupa terakhir kali terjadi lebih dari tiga dekade lalu, ketika Liverpool masih berlaga di era First Division. Antara 1987 hingga 1991, The Reds mencatat tiga kemenangan beruntun di markas City.
Ian Rush menjadi pahlawan kemenangan pertama lewat skor tipis 1-0 pada 1987, lalu mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 di Maine Road dua tahun berikutnya. Musim 1990/91, Jan Molby menyumbang dua gol dan John Barnes menambah satu gol untuk memastikan kemenangan 3-0.
Sejak Premier League dimulai pada 1992, Liverpool hanya lima kali menang tandang di markas City: musim 2002/03, 2005/06, 2008/09, 2015/16, dan 2024/25. Artinya, sudah 34 tahun sejak The Reds terakhir kali menang dua kali beruntun di kandang Manchester City.
Salah di Ambang Rekor Baru
Kunci utama peluang Liverpool kali ini kembali tertuju pada Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir tersebut telah mencetak 13 gol ke gawang Manchester City – hanya terpaut dua gol dari rekor klub yang masih dipegang Ian Rush dengan 15 gol.
Meskipun Salah tidak mencetak gol atau assist dalam kemenangan atas Real Madrid (5/11/2025) di Liga Champions, ia tetap menjadi ancaman utama. Sebelumnya, Salah membuka keunggulan dalam kemenangan 2-0 atas Aston Villa (2/11/2025) di Premier League, memanfaatkan kesalahan fatal kiper Emiliano Martinez.
Gol itu membuat Salah menyamai rekor Wayne Rooney sebagai pemain dengan keterlibatan gol terbanyak (gabungan gol dan assist) untuk satu klub di Premier League – masing-masing 276 kontribusi. Rooney mencapai angka tersebut bersama Manchester United.
Kini, Salah hanya membutuhkan satu kontribusi tambahan untuk menjadi pemegang rekor tunggal sepanjang sejarah liga. Sejauh ini, pemain berusia 33 tahun itu telah mencatatkan 188 gol dan 88 assist di Premier League bersama Liverpool.
Pertaruhan Besar di Etihad
Dengan segala catatan sejarah dan motivasi yang mengiringi, duel di Etihad akhir pekan ini diprediksi berlangsung sengit. Liverpool datang dengan kepercayaan diri tinggi, sementara City berambisi merusak momentum The Reds sekaligus memberi kado istimewa bagi Guardiola di laga ke-1.000-nya.
Apapun hasilnya, laga ini diyakini akan menjadi salah satu momen krusial dalam perburuan gelar Premier League musim 2025/2026. (***)












