Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pemerintah masih gagal menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat banyak Warga Negara Indonesia (WNI) memilih mencari penghidupan di luar negeri.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11). Ia menyebut fenomena meningkatnya tenaga kerja Indonesia (TKI) tidak bisa dilepaskan dari perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu, kemarin-kemarin ya, iya seperti itu,” ujar Purbaya.
Pertumbuhan Ekonomi Minimal 6,7 Persen Diperlukan
Menurut Menkeu, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi setidaknya 6,7 persen untuk mampu menyerap tenaga kerja baru yang masuk ke usia produktif setiap tahunnya. Untuk mencapai angka tersebut, Purbaya menekankan pentingnya peningkatan investasi dan optimalisasi pengelolaan anggaran negara.
“Kita harapkan nanti dengan beraksinya program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo, dengan perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta manajemen fiskal dan moneter yang lebih baik, harusnya kita bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Program Vokasi Disiapkan, Target Kurangi Ketergantungan Kerja ke Luar Negeri
Purbaya mengatakan pemerintah tengah menyiapkan program vokasi berskala besar yang akan mulai dijalankan tahun depan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah bukanlah mendorong masyarakat bekerja ke luar negeri, melainkan memperbaiki situasi ekonomi dalam negeri agar rakyat bisa hidup sejahtera di tanah air.
“Harusnya kita membuat Indonesia kayak Amerika sejahteranya. Itu yang kita kerjakan dalam beberapa tahun ke depan, 10 tahun mungkin. Target kita bukan mindahin orang supaya di sana hidupnya enak, tapi membuat di sini bagus sehingga hidup di sini lebih enak tanpa harus keluar negeri,” kata Purbaya.
Usulkan Pelatihan Khusus untuk Lulusan SMK
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyampaikan rencananya mengusulkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menyiapkan program pelatihan khusus bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan.
Saat ini, pemerintah telah membuka Program Magang Nasional di berbagai kementerian dan lembaga. Program tersebut baru tersedia untuk mahasiswa jenjang S1 dan D3 pada dua gelombang yang telah berjalan. Gelombang ketiga juga sedang dipersiapkan.
“Nanti kita akan coba usulkan juga ke Menaker untuk memikirkan lulusan SMK. Tapi kalau vokasi sudah ada program khusus dari Presiden yang cukup signifikan. Tapi saya pikir betul juga SMK harus diperhatikan,” ujar Purbaya.
Optimisme Peluang Kerja Lulusan SMK Jika Ekonomi Membaik
Purbaya menegaskan bahwa persoalan utama dalam dunia ketenagakerjaan saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai level ideal. Namun, ia optimistis bahwa apabila arah kebijakan ekonomi berjalan sesuai rencana, lulusan SMK akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dalam beberapa tahun mendatang.
“Kalau ekonominya tumbuhnya kayak sekarang ya susah. Tapi kalau ke depan saya pikir lulusan SMK juga akan segera dapat kerjaan dengan relatif mudah dibanding sekarang,” pungkasnya. (***)












