Scroll untuk baca artikel
Internasional

Kecam Serangan ke Situs Suci, Kamboja Gugat Militer Thailand atas Pelanggaran Kemanusiaan

×

Kecam Serangan ke Situs Suci, Kamboja Gugat Militer Thailand atas Pelanggaran Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
kamboja
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Kementerian Agama dan Kebudayaan Kamboja bersama dua Dewan Tertinggi Sangha negara itu secara resmi mengecam keras tindakan militer Thailand yang dinilai sengaja dan tidak manusiawi karena menyerang situs-situs keagamaan serta kawasan sipil dalam konflik lintas batas yang baru-baru ini terjadi.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada 25 Juli, Kementerian dan Dewan Sangha Mahānikaya serta Dhammayut Nikaya menuduh pasukan bersenjata Thailand menggunakan jet tempur F-16, bom curah (cluster bombs), dan artileri untuk menggempur biara, patung Buddha, aula ibadah, kuil kuno, serta pemukiman warga sipil. Tindakan ini disebut sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Iklan

Salah satu insiden paling mematikan disebutkan terjadi pada 24 Juli, ketika serangan udara dan artileri menyasar Pagoda Ta Moan Sen Chey yang terletak di Distrik Banteay Ampil, Provinsi Oddar Meanchey. Serangan ini meratakan struktur kuil, asrama biksu, dan tempat ibadah serta menewaskan satu orang tokoh agama Buddha yang merupakan penjaga biara.

“Ini adalah tindakan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan — pelanggaran berat terhadap keyakinan Buddhis di negara yang mayoritas penduduknya adalah penganut agama Buddha,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut yang dikutip dari khmertimeskh.com.

Baca Juga:  Jasad Rizal Masih Tertahan di Kamboja, Keluarga Desak Pemulangan

Pihak Kamboja menuntut penghentian segera dan tanpa syarat terhadap serangan terhadap tempat ibadah dan wilayah sipil. Mereka juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan hancurnya warisan spiritual yang berharga, seraya menyerukan perhatian masyarakat internasional atas apa yang mereka sebut sebagai “penodaan dan agresi terhadap agama.”

Serangan terhadap Pagoda Ta Moan Sen Chey terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand, yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan terhadap berbagai situs budaya, termasuk Kuil Preah Vihear yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Pemerintah Kamboja telah melayangkan pengaduan kepada berbagai lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, dan UN Tourism. Mereka menuduh Thailand melanggar konvensi internasional yang menjamin perlindungan situs budaya dan keagamaan di masa konflik bersenjata.

Kecaman keras dari Kamboja ini memperkuat tekanan diplomatik terhadap Thailand di tengah seruan global untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai atas konflik perbatasan yang tengah berlangsung. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...