Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Salesforce PHK 4.000 Karyawan, AI Ambil Alih Peran Dukungan Pelanggan

×

Salesforce PHK 4.000 Karyawan, AI Ambil Alih Peran Dukungan Pelanggan

Sebarkan artikel ini
Salesforce PHK 4.000 Karyawan, AI Ambil Alih Peran Dukungan Pelanggan
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Salesforce, perusahaan perangkat lunak berbasis cloud, resmi memangkas sekitar 4.000 karyawan di divisi dukungan pelanggan. Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perusahaan.

CEO Salesforce, Marc Benioff, mengungkap pemangkasan tersebut terkait efisiensi yang dihasilkan teknologi baru. “Saya telah menguranginya dari 9.000 kepala menjadi sekitar 5.000, karena saya membutuhkan lebih sedikit sumber daya manusia,” ujar Benioff, dikutip dari CNBC.

Iklan

Sebagai salah satu penyedia platform Customer Relationship Management (CRM) terkemuka, Salesforce selama ini membantu perusahaan global mengelola penjualan, layanan, pemasaran, hingga perdagangan. Didirikan pada 1999 oleh Benioff, perusahaan ini kini menekankan transformasi digital berbasis AI.

Salah satu inovasi terbaru mereka adalah Agentforce, sistem AI yang berfungsi sebagai bot layanan pelanggan dan menggantikan sebagian besar peran teknisi manusia. “Berkat manfaat dan efisiensi Agentforce, kami telah melihat penurunan jumlah kasus customer support yang kami tangani, dan kami tidak perlu lagi secara aktif mengisi kembali peran teknisi support,” tulis Salesforce dalam pernyataannya.

Baca Juga:  Meta Luncurkan Meta Superintelligence Labs, Tandai Era Baru Ambisi AI Mark Zuckerberg

Langkah ini menyusul pernyataan Benioff sebelumnya bahwa AI kini mampu menjalankan hingga 50 persen pekerjaan di Salesforce. Perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu menilai otomatisasi sebagai strategi utama menghadapi dinamika industri teknologi.

Namun, pengurangan tenaga kerja skala besar ini menimbulkan perdebatan. Laurie Ruettimann, konsultan karier asal AS, menilai kehadiran AI memangkas sejumlah profesi, tetapi juga membuka peluang bagi mereka yang mampu beradaptasi. “Tanggung jawab Anda saat ini adalah memperluas visi, memperluas wawasan, dan bertemu orang-orang baru,” katanya.

Sementara itu, Ed Zitron, kritikus teknologi, menganggap perusahaan besar kerap menggunakan AI sebagai dalih. “AI disalahkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang melakukan perekrutan berlebihan selama pandemi. Satu-satunya hal yang penting adalah pertumbuhan, meskipun itu menghancurkan hidup orang-orang,” tegasnya.

Kasus PHK di Salesforce kembali menegaskan pergeseran besar dunia kerja di era AI: antara efisiensi bisnis dan ketidakpastian masa depan tenaga manusia. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...