Manchester City menuntut adanya perubahan aturan menjelang final Carabao Cup 2025/2026 melawan Arsenal yang akan digelar di Stadion Wembley, London, pada 22 Maret 2026.
Permintaan tersebut diungkapkan langsung oleh manajer City, Pep Guardiola, yang berharap bek anyar mereka, Marc Guehi, mendapat izin khusus untuk tampil di partai puncak. Guehi merupakan pemain yang direkrut City pada bursa transfer Januari dari Crystal Palace dan langsung menjadi bagian dari susunan pemain utama.
Namun, pemain Timnas Inggris itu tidak memenuhi syarat tampil pada leg kedua semifinal Carabao Cup melawan Newcastle United, yang dimenangi City dengan skor 3-2 pada Kamis (5/1/2026) dini hari WIB. Alasan utamanya, Guehi baru resmi bergabung dengan City setelah leg pertama semifinal berlangsung.
Situasi tersebut berbeda dengan rekrutan Januari lainnya, Antoine Semenyo, yang tetap diizinkan tampil. Kondisi ini membuat Guardiola frustrasi karena Guehi kembali terancam absen saat City menghadapi Arsenal di final nanti.
“Mengapa dia tidak boleh bermain? Kenapa tidak? Dia pemain kami, kami membayar gajinya, kami merekrutnya,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Metro.
Guardiola mengaku pesimistis permintaan City akan dikabulkan, namun menegaskan klub tetap akan mengajukan permohonan resmi kepada otoritas terkait.
“Kami ingin bertanya. Saya sudah bilang ke klub bahwa kami pasti harus bertanya. Saya tidak mengerti alasan mengapa dia tidak bisa bermain di final Carabao Cup pada Maret ketika dia sudah lama berada di sini,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
“Tentu saja kami akan meminta karena ini murni logika. Tetapi mengubah aturan? Tidak mungkin. Tapi kami akan mencoba,” tambahnya.
Keluhan Guardiola tidak hanya tertuju pada status Guehi. Ia juga kembali menyinggung keharusan City bepergian ke London untuk laga final, sesuatu yang menurutnya merugikan klub-klub dari Inggris Utara.
“Kami akan pergi ke London, mereka (Arsenal) akan menunggu kami di sana; sepanjang waktu kami harus bepergian. Tidak pernah lawan bepergian ke Inggris Utara untuk final,” sergah Guardiola.
Sementara itu, City memastikan tiket ke final usai menyingkirkan Newcastle United. Omar Marmoush tampil gemilang dengan mencetak dua gol pembuka, sebelum Tijjani Reijnders menambah gol ketiga. Seluruh gol City tercipta dalam 35 menit pertama pertandingan.
Newcastle sempat meningkatkan intensitas serangan selepas jeda dan hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Anthony Elanga pada menit ke-62. Meski demikian, City tetap mengontrol jalannya laga hingga peluit akhir.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan impresif City yang selalu tampil di Stadion Wembley setidaknya sekali setiap musim sejak 2010/2011.
“Saya tidak menganggapnya hal biasa. Saya tahu betapa sulitnya. Saya tidak tahu sudah berapa banyak semifinal dan final FA Cup yang kami mainkan, tetapi ini sangat bagus, dan dalam 10 tahun ada lima final Carabao Cup, jadi ini benar-benar luar biasa: top, top, top,” ujar Guardiola dengan penuh kepuasan. (***)












