Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Newcastle United Alami Musim Panas Penuh Penolakan: Deretan Bintang yang Ogah Gabung ke St. James’s Park

×

Newcastle United Alami Musim Panas Penuh Penolakan: Deretan Bintang yang Ogah Gabung ke St. James’s Park

Sebarkan artikel ini
Newcastle United Alami Musim Panas Penuh Penolakan: Deretan Bintang yang Ogah Gabung ke St. James's Park
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Bursa transfer musim panas 2025 menjadi periode yang kelam bagi Newcastle United. Alih-alih menjadi awal dari era kebangkitan dan transformasi, klub berjuluk The Magpies justru menghadapi serangkaian kegagalan dalam merekrut pemain incaran mereka. Sejumlah bintang menolak pinangan Newcastle, bahkan memilih klub yang tak bermain di Liga Champions ketimbang hijrah ke St. James’s Park.

Harapan sempat membuncah kala Newcastle berhasil merekrut Anthony Elanga pada 11 Juli 2025. Namun, hingga awal Agustus, satu-satunya tambahan berarti lainnya hanyalah Aaron Ramsdale, itu pun hanya dengan status pinjaman. Selebihnya, klub asuhan Eddie Howe seakan menjadi pelengkap penderitaan di bursa transfer.

Iklan

Berikut deretan nama besar yang menolak bergabung dengan Newcastle United:

1. Marc Guehi

Ketertarikan Newcastle pada kapten Crystal Palace ini sebenarnya telah muncul sejak musim panas 2024. Ketika itu, tawaran fantastis sebesar £70 juta ditolak mentah-mentah oleh Palace. Setahun berselang, dengan sisa kontrak yang menipis dan harga yang lebih realistis, harapan sempat tumbuh. Namun, Guehi justru memilih untuk merapat ke Liverpool.

Baca Juga:  Liverpool Awali Musim dengan Skuad Hampir Lengkap, Frimpong dan Mac Allister Masih Cedera

2. Dean Huijsen

Bek muda Bournemouth ini juga masuk radar Newcastle sejak April 2025. Namun, Real Madrid dengan cepat menyalip dan mengaktifkan klausul pelepasan senilai £50 juta. Bagi Huijsen, tawaran dari raksasa Spanyol itu adalah godaan yang terlalu besar untuk ditolak.

3. Mohammed Kudus

Nama Mohammed Kudus sempat menjadi rebutan antara Newcastle, Manchester United, dan Chelsea. Namun, Spurs tampil sebagai pemenang dalam perebutan gelandang kreatif West Ham tersebut. Dengan dana £55 juta, tim asuhan Thomas Frank berhasil mengamankan jasanya, meninggalkan Newcastle dalam kekecewaan.

4. Joao Pedro

Penyerang muda Brasil, Joao Pedro, juga sempat ditawar Newcastle sebesar £50 juta. Namun, Brighton menolak tawaran tersebut. Tak lama, Pedro justru mengungkapkan keinginannya untuk bergabung ke Chelsea. Klub London itu mengamankan sang pemain dengan mahar £60 juta.

5. Bryan Mbeumo

Keinginan Eddie Howe untuk merekrut Bryan Mbeumo terganjal dua hal: banderol Brentford yang mencapai £50 juta dan keterbatasan anggaran gaji Newcastle. Ketika Manchester United datang dengan tawaran £65 juta, Mbeumo langsung mengalihkan haluan ke Old Trafford.

Baca Juga:  Chelsea Boros Lagi: Pengeluaran Capai Lebih dari Rp 25 Triliun dalam Tujuh Jendela Transfer

6. Hugo Ekitike

Negosiasi berjalan lancar hingga Liverpool datang menghampiri. The Reds, yang sebelumnya mengincar Alexander Isak, langsung berbelok mengejar Ekitike setelah Newcastle menolak melepas Isak. Liverpool menyetujui biaya transfer dan segera meresmikan perekrutan sang striker.

7. Benjamin Sesko

Meskipun Newcastle menawarkan tempat di Liga Champions dan status sebagai starter utama, Benjamin Sesko memilih untuk bergabung ke Manchester United. Ironisnya, MU bahkan hanya finis di peringkat ke-15 dan tidak lolos ke kompetisi Eropa.

8. Liam Delap

Striker Ipswich ini memiliki klausul rilis £30 juta setelah timnya terdegradasi. Newcastle berada di posisi terdepan, tetapi setelah Chelsea dan MU masuk dalam persaingan, Delap berpaling. Pilihannya jatuh kepada Chelsea meskipun MU juga sempat menjadi kandidat.

Catatan Kelam untuk Manajemen

Serangkaian kegagalan ini menjadi sinyal peringatan bagi manajemen Newcastle United. Meski tampil di Liga Champions dan didukung proyek ambisius dari pemilik baru, kenyataannya banyak pemain enggan bergabung. Isu gaji, reputasi klub, dan ketidakpastian proyek jangka panjang menjadi tantangan nyata.

Baca Juga:  Arteta Yakin Granit Xhaka Akan Jadi Pelatih Hebat di Masa Depan

Musim panas 2025 bisa jadi momen refleksi mendalam bagi klub. Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin Newcastle kembali tenggelam di persaingan papan tengah Liga Inggris. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...