Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan perkembangan terbaru penanganan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari ketiga daerah tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat, di mana sejumlah kawasan masih terisolasi akibat ruas jalan antar kecamatan yang belum sepenuhnya dapat dilalui.
Dody menjelaskan, sebelumnya wilayah Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, per Rabu (17/12/2025) sore, akses ke dua wilayah tersebut mulai terbuka meski masih terbatas pada jenis kendaraan tertentu.
“Terakhir yang belum bisa dimasuki itu Aceh Tengah dan Bener Meriah. Tapi kemarin sore sudah bisa tertembus, alhamdulillah, walaupun memang masih kendaraan yang terbatas, roda dua dan roda empat dengan penggerak 4×4. Untuk logistik memang belum 100 persen,” ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian PU tengah mengupayakan pembukaan empat jalur alternatif menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah. Upaya tersebut dilakukan bekerja sama dengan TNI mengingat kondisi medan yang cukup berat.
“Ini terus kami lakukan bersama TNI karena kondisi lapangan memang cukup berat,” imbuhnya.
Dody menambahkan, seluruh jalur lintas kabupaten di Aceh saat ini sudah terbuka. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah jalur lintas kecamatan dan desa yang belum dapat diakses.
“Kalau antar kabupaten sudah tidak ada masalah. Namun, antar kecamatan atau desa masih ada beberapa wilayah yang terisolasi. Data detailnya lebih banyak berada di BNPB,” jelasnya.
Berdasarkan catatan Kementerian PU per 17 Desember 2025, terdapat total 1.413 titik infrastruktur terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak tersebut meliputi tanggul jebol, tanggul kritis, jalan putus, jembatan putus, hingga ruas jalan yang tergenang.
Sumatera Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak, yakni 630 titik, terdiri dari 427 titik terdampak banjir dan 203 titik terdampak longsor. Di Aceh, tercatat 477 titik terdampak, dengan rincian 419 titik akibat banjir dan 58 titik akibat longsor. Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 306 titik terdampak, terdiri dari 180 titik banjir dan 126 titik longsor.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengawali rangkaian kunjungan kerjanya dengan meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (17/12/2025). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Raklunung.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap berjalan aman dan terkendali pascabencana. Kunjungan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga di tengah proses pemulihan.
Di lokasi, Wapres berdialog dengan petugas SPBU dan masyarakat yang tengah mengantre BBM. Ia menanyakan kondisi pasokan, pola distribusi, serta kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait akses jalan dan infrastruktur pendukung.
Selain itu, Gibran juga mendengarkan langsung keluhan warga pengguna jalan yang menyampaikan bahwa keterbatasan akses menjadi tantangan utama pascabencana. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa kelancaran distribusi BBM dan logistik merupakan prioritas pemerintah.
“Pemerintah akan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat segera pulih,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, petugas SPBU Raklunung, Ari, menjelaskan bahwa saat ini distribusi BBM masih menerapkan sistem pembatasan pembelian guna menjaga ketersediaan pasokan bagi seluruh masyarakat. Untuk kendaraan roda empat, pembelian dibatasi maksimal 15 liter per hari, sementara kendaraan roda dua maksimal 3 liter per hari.
“Saat ini pasokan BBM masuk dari Meulaboh. Biasanya dari Medan, tapi sejak bencana sampai hari ini masih dari Meulaboh, dan baru empat kali masuk. Alhamdulillah, kondisi kebutuhan masyarakat sudah kembali normal,” kata Ari.
Sementara itu, seorang pengemudi bernama Hasan mengungkapkan bahwa kondisi akses jalan masih menjadi kendala utama dalam aktivitas transportasi.
“Tadi Pak Wapres menanyakan soal kondisi jalan dan muatan kendaraan. Kami sampaikan kalau muatan mobil sekarang terbatas karena kondisi jalan. Aksesnya memang cuma satu-satunya ke daerah luar,” ujar Hasan. (***)












